Advertisement Advertisement
Desa Kuningan Pemerintahan

Tak Kunjung Disentuh Pemkab, Warga Karangkancana ‘Patungan’ Tambal Jalur Pendidikan dan Wisata

KUNINGAN – Lelah menanti perbaikan yang tak kunjung terealisasi, warga Desa Karangkancana, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, akhirnya mengambil inisiatif mandiri. Pada Selasa (3/2/2026), masyarakat bergotong royong memperbaiki akses jalan penghubung utama menuju Desa Jabranti dan Cibingbin dengan dana dan tenaga swadaya. Mereka berharap tindakan ini akan mendorong perhatian lebih terhadap masalah jalan rusak di wilayah mereka.

Kerusakan infrastruktur di wilayah ini dinilai sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Kondisi aspal yang mengelupas, berlubang, dan berubah menjadi kubangan air saat hujan, menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara, khususnya para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju SMPN Karangkancana.

Selain itu, warga juga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperbaiki jalan rusak yang menjadi masalah utama di daerah tersebut.

Ironi perbaikan jalan ini cukup terasa, mengingat Dinas terkait dikabarkan telah melakukan survei lokasi sejak tahun 2024. Namun, hingga dua tahun berlalu, belum ada tanda-tanda alat berat pemerintah turun untuk membenahi jalur tersebut.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangkancana, Uhen Suhendar, membenarkan aksi solidaritas warganya tersebut. Menurutnya, kesabaran warga sudah memuncak karena jalan di Dusun Indrahayu ini bukan sekadar jalur biasa, melainkan urat nadi perekonomian dan akses wisata sejarah Goa Indrakila.

Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa

“Jalur ini sangat vital. Selain menjadi rute harian petani ke kebun dan sawah, ini adalah akses utama anak-anak sekolah dan wisatawan. Karena kondisinya makin parah dan membahayakan, warga akhirnya bergerak sendiri tanpa menunggu lebih lama,” ungkap Uhen, Selasa (3/2/2026).

Dalam aksi gotong royong tersebut, warga berhasil melakukan penambalan di titik-titik kerusakan terparah sepanjang kurang lebih 30 meter. Uhen menyebutkan, selain iuran warga, perbaikan ini juga terbantu oleh sumbangan material semen dari salah satu anggota legislatif (DPRD) Kuningan.

Meski demikian, Uhen menegaskan bahwa perbaikan ini bersifat darurat dan sementara. Kualitas tambalan swadaya tentu tidak sebanding dengan konstruksi jalan permanen yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.”Ini sifatnya sementara demi mengurangi risiko kecelakaan. Harapan kami tetap pada solusi permanen, idealnya dilakukan pengecoran (beton) yang didanai APBD,” jelasnya. (Nars)

Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner‎‎ – Jangan Lewatkan!
× Advertisement
× Advertisement