INTERNASIONAL – Kebakaran hebat melanda kawasan hutan dan sebagian wilayah kota Los Angeles California, Amerika Serikat, sejak Selasa (7/1/2025). Api dengan cepat meluas hingga mencapai 117,3 km persegi, diduga dipicu oleh angin kering Santa Ana yang biasanya bertiup pada musim panas.
Dalam unggahan media sosial X, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk anomali iklim.
- Penentuan Posisi! 3 Calon Ketua DPC PKB Kuningan Jalani UKK Hari Ini
- Tega Buang Anak ke Sungai, Pelarian Janda Muda di Kuningan Berakhir Diamankan Polisi
- Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah
- Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan
- Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Susah Payah Tahan Imbang Dewa United 2-2
“Jika Angin Santa Ana bertiup dan memicu kebakaran pada awal Januari, itu adalah sebuah penyimpangan iklim,” tulis Erma, Sabtu (11/1/2025).
Santa Ana merupakan angin panas dan kering yang biasanya timbul akibat sistem tekanan tinggi di hutan dan tekanan rendah di wilayah lainnya. Angin ini dapat berhembus dengan kecepatan hingga 50 km/jam, membakar vegetasi kering dan mempercepat penyebaran api.
Petugas pemadam kebakaran setempat mengalami kesulitan mengendalikan kobaran api karena kecepatan angin yang tinggi. Akibatnya, sekitar 180.000 warga terpaksa mengungsi. Kerugian material diperkirakan mencapai 57 miliar dolar AS atau setara Rp922,94 triliun.
Sejumlah ahli menyoroti bahwa kebakaran yang terjadi di luar musim biasanya menjadi alarm penting terkait perubahan iklim yang semakin ekstrem. (Nars)






























