KUNINGAN – Di tengah melambungnya harga sejumlah kebutuhan pokok saat bulan suci, BUMDes Karya Mandiri Desa Peusing punya cara jitu untuk menggerakkan roda ekonomi warga. Lewat gelaran Bazar Ramadan UMKM, unit usaha desa ini sukses menciptakan ekosistem kemandirian ekonomi yang melibatkan langsung para pelaku usaha lokal dan petani milenial.
Bazar yang digelar di jantung desa ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. Panitia Bazar Ramadhan BUMDes Karya Mandiri, Toto Sunarto atau yang akrab disapa Anto, menyebut kegiatan ini menjadi etalase bagi produk-produk unggulan hasil keringat warga sendiri.
- Bupati Kuningan Tanggapi Masukan LKPJ, Isu TGR Hingga “Pertemuan Pendopo”
- Meski Tampil Dominan di GBLA, Persib Bandung Ditahan Imbang Arema FC 0-0
- Puluhan Ribu Bobotoh di GBLA Geregetan, Tembok Frigeri Sukses Bikin Persib Buntu! Skor 0 – 0 di Babak Pertama
- Serahkan SK DPC Kuningan, DPD PDIP Jabar Tekankan Konsolidasi Melalui Aksi Sosial
- Gunakan Trik Edarkan Sabu dengan Sistem Peta, BHA Harus Mendekam di Dinginnya Jeruji Polisi
Salah satu daya tarik utamanya adalah ketersediaan sayuran segar berbasis hidroponik, seperti pakcoy dan selada, yang dipanen langsung dari kebun binaan BUMDes. Tak hanya itu, sektor perikanan melalui sistem bioflok serta peternakan ayam petelur turut melengkapi daftar pasokan pangan sehat bagi pengunjung bazar.
“Alhamdulillah, melalui BUMDes ini setidaknya ada delapan stand yang terlibat langsung dalam mengelola unit usaha UMKM. Harapan kami, ini menjadi stimulus agar warga lain punya keberanian untuk ikut serta berwirausaha di lokasi yang telah kami sediakan,” kata Anto, Selasa (24/2/2026).
Kesuksesan bazar ini tidak akan berhenti saat Ramadan usai. Anto mengungkapkan, pihaknya sudah merancang skema jangka panjang untuk menjaga napas ekonomi desa tetap stabil. Ke depan, keramaian ini akan ditransformasikan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan.
“Bazar ini nanti akan kita lanjut menjadi agenda rutin setiap Sabtu dan Minggu dengan konsep Car Free Day (CFD). Jadi, potensi ekonomi Desa Peusing ini punya panggung yang berkelanjutan, bukan musiman saja,” tambahnya.
Tak puas sampai di situ, BUMDes Karya Mandiri juga mulai melirik kerja sama skala nasional. Memanfaatkan melimpahnya stok sayur hidroponik dan bumbu dapur dari lahan Ketapang 2, BUMDes Desa Peusing menargetkan diri untuk menjadi pemasok utama bahan baku dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut kini sedang dimatangkan lewat jalur koordinasi dengan para petani dan tengkulak lokal guna memastikan rantai pasok yang solid dan menguntungkan warga desa.
“Kami berencana berkolaborasi dengan MBG. Sosialisasi terus dilakukan agar hasil pertanian dari Desa Peusing ini benar-benar bisa menyuplai bahan baku untuk menyukseskan program pemerintah tersebut,” ujarnya. (Nars)


























