KUNINGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Yayasan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada para santri. Program bertajuk Gerak Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah) ini digelar sebagai langkah preventif menyelamatkan generasi muda dari jebakan kejahatan finansial digital yang kian marak.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengungkapkan urgensi edukasi ini menyusul tingginya angka pengaduan konsumen di kantor OJK Cirebon yang mencapai hampir 2.000 aduan sepanjang tahun 2025.
- Hadapi Ancaman Karhutla Musim Kemarau, Pemadam Kebakaran Kuningan Hanya Miliki 2 Unit Mobil Pancar Layak Pakai
- Dramatis! Kalahkan DPMM FC 1-0, Persib Bandung Resmi Kantongi Tiket Semifinal Piala Presiden 2026
- Babak Pertama Piala Presiden 2026: Gol Teranulir dan Jual Beli Serangan Warnai Duel Persib vs DPMM FC
- Kuningan Bidik Status Pusat Ekonomi Baru Jabar Timur, Siapkan 1.026 Hektare Lahan Industri
- Dugaan Masalah Tunjangan, Lima Anggota DPRD Kuningan Diperiksa Maraton oleh Kejari
Generasi muda dinilai berada dalam fase darurat karena kemudahan akses gawai sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang menawarkan investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga judi online (judol).


“Santri tingkat Aliyah rata-rata sudah berusia 17 tahun dan memiliki KTP. Mereka rentan karena secara hukum sudah bisa bertransaksi mandiri, seperti menggunakan PayLater atau pinjaman online. Kami berupaya menanamkan pemahaman sejak dini agar mereka mandiri secara finansial tanpa terjerumus dampak negatif digitalisasi,” ujar Agus Muntholib dalam acara tersebut.
Mewakili Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Kiai Maman Kurman, menyambut baik kolaborasi edukasi ini. Ia memaparkan bahwa pihak pesantren sejatinya telah menerapkan aturan ketat terkait penggunaan gawai guna menjaga fokus dan mental para santri.
“Dalam keseharian mereka tidak menggunakan HP. Gawai dikumpulkan di asrama dan hanya diberikan saat liburan atau ketika ada kegiatan di luar pesantren. Edukasi literasi dari OJK dan BSI ini sangat membantu kami mengarahkan santri pada transaksi perbankan syariah yang berkah dan terhindar dari riba,” tegas Kiai Maman.
Pada sosialisasi ini, OJK Cirebon menghadirkan narasumber dari lembaga perbankan, yakni BSI Area Cirebon untuk menjelaskan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan tips mengelola keuangan secara aman di dunia serba digital. (Nars)














