KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan pada Senin (24/2/2025) sore mengakibatkan dua sungai di Kecamatan Cimahi, yakni Sungai Cipaku dan Sungai Cicadas meluap. Air yang tak terbendung naik ke permukiman warga di Dusun 1 dan Dusun 2, Desa Cimahi, Kecamatan Cimahi.
Akibatnya, sebanyak 153 rumah yang dihuni oleh 597 jiwa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.

Selain merendam perabotan rumah tangga, banjir juga merusak 2,5 hektar sawah dan lahan pertanian milik warga setempat. Bahkan, 300 ekor ayam di peternakan warga hanyut terbawa arus.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan bahwa luapan air berlangsung selama lebih dari dua jam sebelum akhirnya mulai surut secara bertahap.
- Bawa Tren Dunia, Padelazo Resmi Menjelma Sebagai Episentrum Olahraga Padel Pertama di Kuningan
- Hadapi Krisis Geopolitik Global, Pengusaha Muda Kuningan Farid Nugraha Bagikan Jurus ‘Survival Mode’ untuk UMKM
- Kunjungi dan Bantu Korban Musibah Kebakaran, Nuzul Rachdy: Ikut Prihatin
- Mulai Lusa, Ketua DPRD Kuningan Ikuti Retreat di Magelang
- Dugaan Pencemaran Limbah ke Pemukiman, Tim Gabungan Sidak IPAL Mie Gacoan Kuningan
“Kami langsung menerjunkan tim asesmen untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat. Bersama masyarakat Kami membersihkan material lumpur yang masuk ke pekarangan dan rumah warga,” ujar Indra Bayu, Senin malam.

Menurutnya, banjir ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang membuat debit air sungai meningkat secara cepat. BPBD masih terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk upaya penanganan lebih lanjut.
Selain para petugas BPBD Kuningan, para petugas dari Damkar Kuningan, aparat TNI dan polri bersama warga masih berupaya membersihkan sisa lumpur dan puing-puing yang terbawa arus.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun warga diminta tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan. (Nars)












