KUNINGAN – Upaya nyata untuk entaskan angka pengangguran di Kabupaten Kuningan terus digeber oleh pemerintah daerah. Melalui berbagai program strategis, Disnakertrans Kuningan menaruh harapan besar agar tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2026 mendatang bisa di bawah 6,5 persen.
Optimisme ini muncul setelah melihat tren positif sepanjang tahun 2025, di mana angka pengangguran berhasil ditekan hingga ke level 7,51 persen.
- Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa
- Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner – Jangan Lewatkan!
- Musim Hujan, Warga Cikondang “Menabung Air” Lewat Revitalisasi Blok Cirangkong
- Pererat Silaturahmi Jelang Ramadan, Koramil 1501 Kuningan Gelar Munggahan Bersama Anggota DPRD
- Ironi Kemegahan Waduk Darma: Wisata Mendunia, Masih Ada Desa “Miskin Ekstrem”
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Informasi Pasar Kerja, Yanto Crisdianto, menegaskan bahwa pencapaian tersebut akan terus dipacu melalui perluasan jaringan kerja formal maupun penguatan sektor mandiri.
Dua Jalur Utama: Sektor Industri dan Wirausaha Mandiri
Untuk mencapai target di bawah 6,5 persen tersebut, Disnakertrans menerapkan strategi dua arah yang komprehensif:
1. Ekspansi Kerja Sama Industri: Memperluas rekrutmen langsung dan pemagangan ke berbagai kawasan industri di luar daerah seperti Brebes, Majalengka, dan Jabodetabek.
2. Penguatan Tenaga Kerja Mandiri (TKM): Mendorong penciptaan wirausaha baru (UMKM) agar para pencari kerja tidak hanya bergantung pada sektor formal pabrikan, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja di lingkungannya sendiri.
Peta Penempatan Tenaga Kerja Luar Daerah
Disnakertrans Kuningan telah menjalin kemitraan kuat dengan puluhan perusahaan besar untuk menyerap tenaga kerja lokal seperti di Kabupaten Brebes (Garmen & Sepatu) dengan PT Tah Sung Hung, PT Daihan Global, PT Sumber Masanda Jaya, PT Sang Tuh Jyung Kaka, dan PT Indokarya Gemilang.
Kemudian di wilayah Jabodetabek (Otomotif & Ritel) bekerja sama dengan PT Toyota Motor Manufacturing, PT Astra Honda Motor, PT Suzuki, PT Yamaha Motor, PT Indomarco Prismatama, PT Alfamidi Tbk, dan PT Astra Daihatsu Motor.
Data Penempatan 2025: Modal Menuju Target 2026
Sepanjang tahun 2025, kinerja penempatan tenaga kerja di Kuningan menunjukkan angka yang melampaui ekspektasi. Yanto merinci, jumlah pencari kerja terdaftar saat ini ada 10.715 orang dengan total lowongan kerja tersedia 21.710 posisi.
“Capaian realisasi Penempatan ada sebanyak 15.257 orang berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor, ” sebut Yanto.
Keberhasilan ini, imbuhnya, ditopang oleh penyelenggaraan job fair, program pemagangan luar negeri, serta optimalisasi peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dan Balai Latihan Kerja (BLK).
”UMKM binaan tahun 2025 terbukti bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja di lingkungannya. Kami optimis kombinasi perluasan jaringan industri dan penguatan wirausaha akan mempercepat penurunan pengangguran,” ujar Yanto lagi.
Dengan surplus lowongan yang tersedia, pemerintah daerah terus berkomitmen memastikan setiap warga Kuningan memiliki akses yang mudah menuju peluang kerja yang layak demi mencapai target ambisius di tahun depan. (Nars)


