Advertisement Advertisement
Cirebon Raya Jawa Barat Lingkungan

Tak Hanya di Lereng Timur, Paguyuban Silihwangi Majakuning juga Gencar Hijaukan Lereng Barat Ciremai dengan Pohon Endemik

MAJALENGKA – Upaya pelestarian hutan tidak lagi hanya terkonsentrasi di sisi timur (Kuningan). Paguyuban Silihwangi Majakuning membuktikan komitmen lintas wilayahnya dengan bergerak masif hijaukan Lereng Barat Ciremai. Keseriusan ini ditunjukkan melalui aksi penanaman 980 pohon endemik di Resort Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Rabu (4/2/2026).

Langkah ekspansif ke wilayah Majalengka ini menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga pasokan air dan ekosistem Gunung Ciremai diemban bersama oleh masyarakat di kedua kabupaten.

Pemanfaatan curah hujan yang tinggi sejak akhir 2025 menjadi momentum emas bagi para pegiat lingkungan ini untuk memulihkan area kritis di Blok Keempat Resort Argalingga yang rawan longsor dan bekas kebakaran.

Aksi hijaukan Lereng Barat Ciremai ini melibatkan kolaborasi solid sejumlah Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat, yakni KTH Ciremai Indah (Desa Argalingga), KTH Panghegar (Desa Argamukti), KTH Caladi Sakti (Desa Gunung Wangi), dan KTH Bukit Cikaracak (Desa Cikaracak).

Sebanyak 29 personel gabungan turun tangan menaklukkan medan licin demi menanam bibit masa depan tersebut.

Musim Hujan, Warga Cikondang “Menabung Air” Lewat Revitalisasi Blok Cirangkong

Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H Nandar, menjelaskan keseimbangan ekosistem Ciremai harus dijaga secara menyeluruh, baik di lereng timur maupun barat. Ia menekankan keberhasilan rehabilitasi hutan tidak hanya diukur dari jumlah yang ditanam, melainkan konsistensi dalam perawatan.

“Kami menyepakati pemeliharaan dilakukan rutin setiap 3 bulan hingga tanaman berusia minimal 3 tahun. Ini aturan main yang kami terapkan agar upaya menghijaukan kawasan tidak sia-sia,” ujar Nandar.

Bukti pemerataan gerakan ini juga terlihat dari infrastruktur pendukung yang dibangun paguyuban. Nandar mengungkapkan, dari total 100.000 bibit yang disebar sepanjang 2024 hingga awal 2026, produksinya ditopang oleh enam persemaian mandiri yang terbagi rata: tiga persemaian di wilayah Kuningan dan tiga persemaian di wilayah Majalengka.

Adapun jenis vegetasi yang dipilih untuk memperkuat sabuk hijau di Argalingga adalah tanaman asli gunung tersebut. Spesies seperti Ki Teja, Huru, Puspa, Peutag, Salam, Kuray, dan Kopo ditanam untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan sekaligus memperkuat struktur tanah di lereng barat yang curam.

Sinergitas ini mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Kasi Pembangunan Desa Argalingga, Atang Supriatna, menilai kolaborasi antara KTH, pemerintah desa, dan petugas Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Resort Argalingga yang dipimpin Wahyu Sudarmadi, merupakan kunci utama keberhasilan konservasi di wilayahnya.

Disebut Dapat Income dari Waduk Darma, Pemkab Kuningan Tinggalkan Nasib Warga 8 Desa Penyangga

“Manfaat menanam di taman nasional memang tidak dirasakan hari ini, tapi akan dinikmati anak cucu kita kelak,” ujar Jumanta, salah satu anggota paguyuban yang ikut dalam aksi tersebut. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement