KUNINGAN – Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Kuningan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-40 dengan suasana sederhana namun penuh khidmat, Ahad (4/1/2026).
Mengusung semangat pengabdian, acara ini diisi dengan silaturahmi, ramah tamah, serta istighosah dan doa bersama.
- Gelar Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPRD Kuningan Siap Kawal Regulasi BUMR dan Ekonomi Digital
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, menegaskan bahwa usia empat dekade ini bukan sekadar deretan angka, melainkan bukti sejarah perjuangan para kiai dan pendekar dalam menjaga tradisi dan akhlak.
”Empat puluh tahun ini adalah jejak doa para kiai dan kesetiaan pesilat. Pagar Nusa bukan hanya tentang jurus dan gelanggang, tetapi tentang adab sebelum gerak, iman sebelum tenaga, dan khidmah sebelum kemenangan,” ujar Wibawa Gumbira dalam refleksi Harlah tersebut.
Gugum, sapaannya, mengajak seluruh kader untuk terus tegak berdiri sebagai benteng ulama dan menjaga NKRI dengan jiwa kesatria. Ia juga mengapresiasi inisiatif Majelis Pendekar yang tetap menjaga kekompakan organisasi.
“Teruslah lurus dalam niat dan setia pada jam’iyah. Kita harus tetap kompak dan solid,” tegasnya.
Sementara itu, Majelis Pendekar Pagar Nusa Kuningan, Deni Darmadi atau yang akrab disapa Mang Dadawuk, memaknai usia 40 tahun ini dengan filosofi Sunda, “Manjing Dina Masagi“, yang berarti menuju kesempurnaan atau kedewasaan yang utuh dalam segala sisi.
Dadawuk mengungkapkan, di usia yang matang ini, Pagar Nusa Kuningan terus berkiprah nyata, salah satunya dalam bidang pengobatan tradisional (pertabiban).
“Alhamdulillah, kami masih bisa berkiprah. Baru-baru ini kami telah mengirimkan tiga anggota untuk mengikuti sertifikasi pertabiban Pagar Nusa di tingkat pusat, dan kini mereka sudah memegang sertifikat resmi,” ungkap Dadawuk.
Keahlian kader Pagar Nusa Kuningan ini bahkan telah diakui secara luas. Menurut Mang Dadawuk, pihaknya kini sering diminta oleh Pengurus Cabang (PC) lain untuk mengisi pelatihan terkait keilmuan tersebut.
“Ini membuktikan bahwa Pagar Nusa Kuningan tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga bermanfaat bagi umat melalui jalur pengobatan,” ujar Dadawuk. (Nars)










