KUNINGAN – Pasca longsor TPT dan amblasnya ruas jalan Cipasung -Subang, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan upaya penanganan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, memastikan pihaknya segera melakukan penanganan darurat pada ruas jalan Cipasung-Subang di Desa Cimenga yang amblas akibat longsor.
Langkah cepat ini diambil atas instruksi Bupati Kuningan untuk segera memulihkan akses lalu lintas yang terganggu.
Dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025), Putu Bagiasna menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari. Bencana ini mengakibatkan longsoran sepanjang kurang lebih 25 meter dengan kondisi tebing yang sangat curam, mencapai hampir 12 meter.
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
“Akibat longsoran itu sangat mengganggu arus lalu lintas, terutama untuk roda empat kemungkinan sulit lewat, sementara roda dua masih bisa,” ujar Putu.
Situasi semakin mendesak karena jalur alternatif yang biasa digunakan, seperti jalur Ciamis via Jamursi, saat ini juga dalam kondisi longsor. “Dikhawatirkan terisolir, sehingga Pak Bupati tadi memerintahkan karena ini force majeure, segera (ditangani),” ungkapnya.
Sebagai langkah darurat, DPUTR akan melakukan pengikisan tebing di sisi timur jalan untuk memperlebar badan jalan menjadi sekitar 4 meter. “Langkah yang paling cepat, saya adalah mengikis tembok sebelah timurnya untuk memperlebar kapasitas jalannya, misalnya dengan menutup saluran yang ada dulu. Itu emergency-nya di sana supaya bisa lalu lintas,” jelas Putu.
Untuk penanganan permanen, Putu menegaskan tidak akan menggunakan bronjong. Pihaknya sedang mendesain penggunaan pondasi bor pile (beton bertulang) karena kondisi tebing yang sangat tinggi dan curam.
“Mudah-mudahan di awal Desember kita sudah mulai start bekerja. Dan saran Pak Bupati, sebelum lebaran atau bulan puasa itu selesai,” tukasnya. (Nars)










