KUNINGAN – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan menghadirkan kejutan besar di panggung politik daerah.
Mesin politik yang dikomandoi oleh Ujang Kosasih ini tiba-tiba mendapat suntikan tenaga baru yang sangat signifikan dari kalangan aktivis pergerakan muda lintas organisasi.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Dengan mengusung tagline “Suara Anak Muda untuk Masa Depan Bangsa”, gerbong PKB Kuningan kini resmi menjadi magnet bagi para tokoh pemuda potensial. Tak tanggung-tanggung, deretan aktivis muda yang digadang-gadang merapat ke partai berlambang bola dunia ini bukanlah sosok sembarangan.
Di barisan terdepan, muncul nama Ismah Winartono, figur aktivis perempuan yang dikenal vokal dan memiliki basis kuat dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Kehadirannya disusul oleh Sadam Husen, seorang pengusaha muda sukses yang mengakar dari Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kuningan.
Kekuatan lintas sektoral PKB Kuningan semakin solid dengan bergabungnya Dhika Purbaya, aktivis kritis berlatar belakang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kuningan, serta tokoh pemuda penggerak massa, Diding Zaenudin.
Bergabungnya empat figur sentral ini menjadi sinyal bahaya bagi partai pesaing menjelang kontestasi Pemilu dan Pilkada mendatang.Ketua DPC PKB Kuningan, Ujang Kosasih, seolah membuktikan bahwa strateginya merangkul Generasi Z dan milenial bukan sekadar jargon politik kosong.
Masuknya tokoh-tokoh muda ini sejalan dengan agenda restrukturisasi partai yang sedang ia kebut hingga ke tingkat anak ranting.”Seluruh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) sudah kita bentuk dengan total 536 orang pengurus. Luar biasanya, 60 persen dari mereka adalah Gen Z atau generasi muda. Mereka sudah kita berikan kaderisasi, dilantik, dan siap memenangkan kontestasi politik di kabupaten,” ungkap Ujang Kosasih, di sela kegiatan Muscab PKB Kuningan di Grand Cordela Hotel AS Putra, Ahad (5/4/2026).
Ujang menyadari betul bahwa lanskap politik Kuningan telah berubah. Oleh karena itu, peleburan energi aktivis muda jebolan GMNI, Muhammadiyah, hingga PMII dengan pengalaman politisi senior PKB dinilai sebagai racikan strategi yang pas untuk menebus kegagalan target kursi pada pemilu lalu.
“Ke depan kita harus lebih cermat dan cerdik dalam berhitung. Kalau kemarin di Dapil Empat kita baru dapat satu kursi, dengan kekuatan baru ini besok wajib hukumnya dapat dua kursi,” tegas politisi kawakan tersebut.
Daya ledak dari jargon “Suara Anak Muda untuk Masa Depan Bangsa” ini tak hanya diarahkan untuk mengamankan kursi legislatif. Lebih jauh, amunisi baru dari kalangan aktivis ini memantapkan langkah Ujang Kosasih untuk membidik kursi eksekutif tertinggi di “Kota Kuda”.
Ketika disinggung apakah kekuatan baru ini memuluskan jalannya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Kuningan, Ujang memberikan jawaban lugas penuh optimisme.
“Kalau PKB menang pemilu dengan target belasan kursi, insyaallah arahnya ke sana (Nyalon Bupati). Siapa tahu besok malah dapat 12 kursi,” ungkapnya mantap.
Kini, patut ditunggu bagaimana kuartet aktivis muda Ismah, Sadam, Dhika, dan Diding mengeksekusi strategi pemenangan PKB di akar rumput. Satu yang pasti, Muscab PKB kali ini telah berhasil merombak peta kekuatan politik kaum muda di Kuningan secara drastis. (Nars)


























