KUNINGAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan memicu ancaman bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya kurang lebih 17 titik bencana yang tersebar akibat hujan deras dan angin kencang.
- Siswa SD Desa Puncak Mulai Kenal AI, Mahasiswa IPB University Gelar Edukasi Digital hingga Keuangan
- Sisi Lain Viral Wisata Curug Bebedahan Kuningan: Berpotensi Besar, Namun Minim Anggaran
- Puncak Kemarau Tiba: Ini 8 Langkah Cerdas “Menabung Air” Saat Hujan Tak Lagi Turun
- Drama Adu Penalti di Final Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya Rengkuh Trofi Juara Usai Taklukkan Persib Bandung dengan Skor 6-5
- Pelatih Igor Tolic Masukkan Kiper Fitrah Maulana Gantikan Teja Paku Alam Jelang Adu Penalti Laga Final Piala Presiden 2026
Merespons kondisi darurat ini, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran BPBD, Damkar, hingga aparat kecamatan dan desa untuk siaga penuh. Bahkan, rencana pemindahan kantor BPBD pun terpaksa ditunda agar seluruh personel fokus membantu masyarakat.
“Saya dapat laporan kemarin ada kurang lebih hampir 17 titik. Karena personel terbatas, saya fokuskan dulu rekan-rekan untuk membantu masyarakat. Soal pindah (kantor) nantilah, kalau sudah agak tenang,” jelas Dian saat dikonfirmasi usai Rapat Paripurna DPRD Kuningan, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga akhir bulan. Bupati mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman pohon tumbang, banjir, dan longsor.
“Saya menghimbau warga tetap waspada, kurangi aktivitas terutama di bawah pepohonan, karena ancaman banjir, longsor, dan angin puting beliung masih mengintai,” pesannya.(Nars)












