

BANDUNG – Seekor macan tutul yang sebelumnya diamankan dari gudang Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kuningan, dikabarkan kabur dari area karantina di Lembang Park & Zoo, Bandung.
Peristiwa ini membuat warga sekitar khawatir dan aparat kepolisian diterjunkan untuk melakukan pencarian.
- Isu Geothermal Gunung Ciremai Mencuat Lagi, Ketua Fraksi PDIP Kuningan Sentil Pemda Tak Punya Sikap Jelas
- Ratusan Hektare Hutan Subang Ditanami Kopi Ilegal, Rana Suparman Desak Penyelamatan Gunung Kendeng
- Klarifikasi Sanksi RS Permata, DLH Kuningan: Uang Masuk Negara
- Perjuangan Tanpa Henti Tim Gabungan Padamkan Karhutla Kuningan, Melawan Angin dan Bara di Lereng Ciremai
- Bantah Tak Hormati DPRD, Wabup Kuningan Sebut Kepala SKPD Absen Paripurna karena Kawal “Bupati Saba Lembur”
Menurut Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan, macan tutul yang berjenis kelamin jantan itu diduga mengalami stres. “Rupanya ketika menjelang matahari naik, mulai disitu dia ada mungkin stress ya, sehingga menjebol pengaman dari karantina kami,” kata Miftah, seperti dikutip dari Tribun Priangan.
Miftah menjelaskan, macan tutul itu melompat ke atas dan menjebol bagian atap kandang karantinanya. Hewan tersebut dipastikan masih ada di dalam kandang hingga pukul 04.00 WIB pagi, namun kemudian diketahui kabur.
Miftah menduga, macan tutul itu masih berada di dalam area Lembang Park & Zoo, berusaha beradaptasi dengan lingkungan, sebelum keluar ke pemukiman warga.
Sebagai respons cepat, pihak Lembang Park & Zoo untuk sementara waktu menutup operasional tempat wisata. Sejumlah aparat keamanan dari kepolisian dan tim gabungan lainnya diterjunkan untuk melakukan pencarian.
Sebelumnya, macan tutul ini ditemukan tersesat di gudang Balai Desa Kutamandarakan pada Selasa (26/8). Tim gabungan dari BKSDA Provinsi Jawa Barat Wilayah 3, Polres Kuningan, Kodim 0615/Kuningan, BPBD Kuningan, dan UPT Damkar Satpol PP Kuningan berhasil mengamankan macan tutul ini dengan alat bius.
Rencananya, setelah menjalani masa karantina, macan tutul ini akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya di Gunung Ciremai. (Nars)



