KUNINGAN – Sebuah pabrik penggilingan padi di Blok Wage, Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, dilalap si jago merah pada Rabu (27/8/2025). Kebakaran yang diduga berasal dari atap bangunan ini menyebabkan kerugian material mencapai sekitar Rp280 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Damkar Satpol PP) Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat oleh pemilik pabrik, Onong, sekitar pukul 11.20 WIB.
- Tak Hanya Peduli Gunung, KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bersihkan Eceng Gondok Waduk Darma
- Tunjangan DPRD Kuningan Dipangkas demi Efisiensi Anggaran, Sekwan: Tidak Ada Ruang Gelap
- Segini Besaran Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kuningan Berdasarkan Kajian KJPP
- Buka Bukaan Tunjangan DPRD Kuningan, Sekwan Dorong Transparansi di Tengah Tuntutan Efisiensi Fiskal Daerah
- Ujang Kosasih “Bintang Lima” Pimpin PKB Kuningan Lagi, Sekjen Baru Aras Rasdi Usia 35 Tahun
“Saat sedang beristirahat, Bapak Onong melihat api sudah membakar bagian atap,” terang Andri.
Menurut Andri, Onong bersama karyawannya sempat berupaya melakukan pemadaman awal, namun api dengan cepat membesar dan merambat ke ruang lain yang berisi bahan bakar. “Melihat kondisi yang semakin berbahaya dan tidak terkendali, Bapak Onong segera melaporkan kejadian itu ke kami,” tambahnya.
Setelah menerima laporan pada pukul 11.30 WIB, satu unit pemadam kebakaran beserta 10 anggota Regu 1 segera meluncur ke lokasi. Tim berhasil tiba di lokasi dalam waktu enam menit dan langsung memulai operasi pemadaman. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.15 WIB, setelah petugas berjibaku kurang lebih satu jam.
”Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp280 juta,” ungkap Andri.
Kerugian tersebut mencakup bangunan pabrik seluas 200 meter persegi, mesin penggiling dan peralatan lainnya, serta sekitar 10 ton gabah, beras, dan dedak.
Andri mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran. “Pastikan tidak ada sumber api yang dapat membahayakan, dan segera hubungi pihak berwajib jika terjadi insiden serupa,” imbaunya. (Nars)














