KUNINGAN – Sebuah pabrik penggilingan padi di Blok Wage, Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, dilalap si jago merah pada Rabu (27/8/2025). Kebakaran yang diduga berasal dari atap bangunan ini menyebabkan kerugian material mencapai sekitar Rp280 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Damkar Satpol PP) Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat oleh pemilik pabrik, Onong, sekitar pukul 11.20 WIB.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
“Saat sedang beristirahat, Bapak Onong melihat api sudah membakar bagian atap,” terang Andri.
Menurut Andri, Onong bersama karyawannya sempat berupaya melakukan pemadaman awal, namun api dengan cepat membesar dan merambat ke ruang lain yang berisi bahan bakar. “Melihat kondisi yang semakin berbahaya dan tidak terkendali, Bapak Onong segera melaporkan kejadian itu ke kami,” tambahnya.
Setelah menerima laporan pada pukul 11.30 WIB, satu unit pemadam kebakaran beserta 10 anggota Regu 1 segera meluncur ke lokasi. Tim berhasil tiba di lokasi dalam waktu enam menit dan langsung memulai operasi pemadaman. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.15 WIB, setelah petugas berjibaku kurang lebih satu jam.
”Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp280 juta,” ungkap Andri.
Kerugian tersebut mencakup bangunan pabrik seluas 200 meter persegi, mesin penggiling dan peralatan lainnya, serta sekitar 10 ton gabah, beras, dan dedak.
Andri mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran. “Pastikan tidak ada sumber api yang dapat membahayakan, dan segera hubungi pihak berwajib jika terjadi insiden serupa,” imbaunya. (Nars)










