KUNINGAN – Anggota Komisi II DPRD Kuningan, Sri Laelasari, memberikan apresiasi besar terhadap keberhasilan Desa Windusari yang sukses menggelar panen perdana jagung pada Kamis (25/9/2025).


Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan desa bisa berjalan dengan baik bila dikelola serius. Ia menekankan pentingnya penerapan pupuk organik yang terbukti meningkatkan produktivitas lahan.
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
- Soroti Anggaran Cetak BPKAD Rp 2,8 Miliar, Ketua LSM Frontal Sebut Kebijakan Bupati Kuningan Menghina Akal Sehat
“Saya melihat panen ini bukan hanya simbol keberhasilan desa, tetapi juga gambaran masa depan pertanian Kuningan,” ujar Sri.
Ia menandaskan, pengaplikasian pupuk organik harus terus disosialisasikan agar para petani semakin paham manfaatnya, bukan saja untuk meningkatkan hasil panen, tapi juga menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
”Harapan saya, keberhasilan Windusari bisa menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti langkah serupa,” kata Legislator Partai Gerindra ini.
Komentar positif juga datang dari Ketua DPD Gema Jabar Hejo (GJH) Kuningan, Ali M Nur atau Daeng Ali. Ia menyebut bahwa keberhasilan BUMDes Karya Ganda dalam mengembangkan jagung melalui sistem tumpang sari dengan buah naga adalah bentuk inovasi pertanian yang patut didukung.


“Kami di GJH tidak hanya bergerak di bidang pelestarian hutan, revitalisasi mata air, atau penanganan sampah, tetapi juga mendorong petani agar berhasil mengolah lahannya, ” sebutnya.
Panen perdana ini, imbuh Ali, menunjukkan bahwa ketika teknologi ramah lingkungan seperti pupuk organik diterapkan dengan baik, hasilnya bisa berlipat. ”Kami siap mendukung agar konsep seperti ini menyebar luas, sehingga petani Kuningan semakin mandiri, sejahtera, dan lingkungan pun tetap terjaga,” ungkapnya.
Panen perdana jagung di Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang, digelar pada Kamis (25/9) dengan dihadiri Pj Sekda Kuningan Wahyu Hidayah, Kepala BRMP Hortikultura Noor Roufiq Ahmadi, serta tokoh masyarakat.
Lahan BUMDes Karya Ganda menjadi percontohan karena mampu mengombinasikan tanaman jagung dengan buah naga melalui sistem tumpang sari.
Program ini menunjukkan hasil nyata dari upaya ketahanan pangan desa setelah masa tanam lebih dari tiga bulan, sekaligus memberi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (Nars)














