

KUNINGAN – Warga Kuningan bersiap menyambut kemajuan pesat di sektor pariwisata daerahnya. Kabar gembira ini datang dari kesepakatan baru yang terjalin antara dunia kampus dan para pengusaha lokal pada Jumat (14/8/2026). Sektor pariwisata Kuningan dipastikan akan semakin memanjakan pengunjung setelah Universitas Bhakti Husada Indonesia resmi turun tangan membantu Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia tingkat kabupaten.
- Memaknai QS Yunus 58 dalam Syukur Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi
- Pariwisata Kuningan Siap-siap Makin Maju, PHRI dan Kampus UBHI Jalin Kerjasama
- Kuningan Bangun Sentra Bawang Putih, Kapolda Jabar Pantau Langsung
- Hari Pramuka 2026: Saatnya Gerakan Kepanduan Turun Tangan Jaga Ketahanan Pangan dan Sejarah Panjangnya di Indonesia
- Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Meluas Lima Hektare, Dua Ratus Personel Dikerahkan
Perjanjian yang membawa angin segar bagi perekonomian warga ini ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Bhakti Husada Indonesia, Abdal Rohim dan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Kuningan, Hanyen Tenggono.
Pertemuan yang digelar di kawasan Kuningan Jawa Barat tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah nyata agar masyarakat bisa segera merasakan dampak positif dari perbaikan tata kelola liburan mereka.
Bagi warga sekitar kerja sama ini berarti akan ada lebih banyak pelatihan dan pengabdian masyarakat yang menyentuh langsung denyut nadi perekonomian lokal.
“Fokus utamanya adalah mendidik dan memberdayakan sumber daya manusia setempat sehingga anak-anak muda Kuningan punya kesempatan lebih besar untuk terserap di dunia kerja perhotelan dan kuliner dengan bekal keahlian yang mumpuni,” papar Hanyen Tenggono, Jumat siang.
Satu program yang paling ditunggu masyarakat selama lima tahun ke depan adalah inisiatif kampus berdampak yang diyakini mampu merubah wajah pariwisata daerah. Mahasiswa dan dosen tidak lagi hanya sibuk belajar di dalam kelas tetapi akan terjun langsung ke tengah warga untuk membantu menata penginapan rumah makan hingga tempat rekreasi agar jauh lebih rapi dan ramah pengunjung.
” Terobosan ini jelas menjadi keuntungan besar bagi roda ekonomi kerakyatan secara luas. Pihak kampus melakukan riset lapangan untuk memajukan daerah para pelaku usaha dan masyarakat awam akan menerima transfer ilmu serta bantuan tenaga terdidik yang siap menyulap standar pelayanan pariwisata desa menjadi bertaraf nasional,” imbuh Rektor UBHI, Abdal Rohim.
Masyarakat tidak perlu khawatir program ini hanya berujung pada janji manis belaka karena perwakilan kedua pihak akan menyusun panduan teknis paling lambat enam bulan ke depan.
Dokumen pelaksanaan MoU tersebut akan mengatur secara rinci pembagian tugas agar setiap kegiatan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini bisa berjalan sukses dan terukur.
Seluruh rancangan inovasi dan data strategis yang memanfaatkan potensi daerah ini berjalan sesuai payung hukum perundang-undangan. Berkat niat baik kaum intelektual dan para pengusaha ini warga Kuningan tinggal bersiap menikmati hasil nyata berupa industri pariwisata yang lebih modern profesional serta mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi bersama. (Nars)



