KUNINGAN – Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan peternakan ayam pullet semi permanen di Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, pada Senin (6/10/2025) malam. Insiden ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 330 juta dan menyebabkan seorang pekerja mengalami luka bakar ringan.
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol-PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, laporan kebakaran diterima oleh Call Center Damkar pada pukul 20.08 WIB.


“Kami menerima laporan dari Bapak Muhammad Darajat, salah seorang aparat desa setempat. Tim piket Regu 2 segera berangkat pukul 20.15 WIB dengan satu unit mobil pemadam dan enam personel,” jelas Andri.
Berdasarkan data yang dihimpun petugas, total kerugian yang dialami pemilik, DS (52), mencapai Rp 330 juta. Rincian kerugian meliputi bangunan semi permanen seluas 8×24 meter senilai Rp 120 juta, 5.000 ekor ayam calon petelur senilai Rp 150 juta, serta dua ton pakan dan peralatan ternak senilai Rp 60 juta yang hangus terbakar.
Andri menjelaskan, menurut keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.45 WIB. Seorang saksi bernama Tarmedi (36) melihat kobaran api besar muncul dari ruang pakan di kandang milik DS setelah lampu di sekitarnya berkedip.
Seorang karyawan bernama Yayan (36) berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun usahanya gagal dan ia malah menderita luka bakar ringan di kedua telapak tangannya. “Korban luka sudah mendapatkan penanganan medis,” tambah Andri.
“Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada MCB di ruang pakan. Api cepat membesar karena material bangunan kandang terbuat dari kayu dan bambu yang mudah terbakar,” terangnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama 1 jam 20 menit dan dinyatakan selesai pada pukul 22.00 WIB. Upaya pemadaman turut dibantu oleh anggota Polsek Ciawigebang, Koramil Ciawigebang, Satpol PP, serta aparat desa dan warga setempat. Lokasi peternakan yang cukup jauh dari permukiman warga membuat api tidak merambat ke bangunan lain.
Melalui kejadian ini, Andri Arga Kusumah kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.
“Selalu periksa instalasi listrik, hindari penggunaan colokan yang menumpuk, dan gunakan perangkat listrik berstandar SNI. Kami juga mendorong agar setiap lingkungan, baik permukiman maupun tempat usaha, memiliki proteksi kebakaran awal seperti APAR atau tandon air,” tutupnya.

























