KUNINGAN – Sebanyak 35 siswa tingkat SMP/MTs peserta program Latihan Dasar Kepemimpinan dan Kedisiplinan (LDKK) resmi dipulangkan ke rumah masing-masing, Ahad (1/6/2025), setelah menjalani pendidikan karakter selama 14 hari di barak militer Kodim 0615/Kuningan. Momen pemulangan tersebut berlangsung penuh haru, dengan pelukan hangat antara siswa dan orang tua yang telah dua pekan berpisah.


Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter pelajar SMP sederajat di wilayah Kabupaten Kuningan, sebagai bentuk pembinaan generasi muda dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
- Muncul Rumor Lahgun Narkoba, BNN Kabupaten Kuningan Siap Tes Urine Anggota Dewan
- Jurus PNM Cirebon Bikin Ratusan Emak-Emak UMKM Naik Kelas dan Kebal Pinjol Ilegal
- Wakil Bupati Kuningan Dorong Sinergi Pembangunan dan Sukseskan PTSL dalam Konsolidasi APDESI Merah Putih
- Reshuffle Kabinet Prabowo, Wajah Baru dan Yang Kembali
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
Salah satu orang tua siswa, Kusma, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya saat menyambut sang anak yang telah lulus dari pembinaan militer. Ia menilai program ini sangat efektif dalam membentuk karakter anak yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Saya percaya para prajurit TNI mendidik anak-anak kami dengan porsi yang sesuai. Harapan saya, anak saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi contoh di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Kusma saat ditemui wartawan.
Menurut Kusma, kegiatan seperti ini sangat relevan di tengah kondisi psikologis anak-anak yang cenderung sulit diarahkan. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke lebih banyak sekolah.
“Ini sangat membantu kami sebagai orang tua, karena tidak semua bisa membimbing anak-anak mereka secara intens. Kehadiran bapak-bapak TNI memberikan harapan baru dalam membina karakter generasi muda,” tambahnya.
Apresiasi terhadap program ini juga datang dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Cirebon, Hj Fifi Sopiah. Ia menyebut, pendidikan karakter berbasis barak militer seperti di Kabupaten Kuningan patut menjadi percontohan bagi daerah lain di wilayah Ciayumajakuning.
“Semoga jadi model yang bisa diadopsi oleh daerah lain. Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi program strategis untuk membina anak-anak bangsa,” kata Bunda Fifi, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para orang tua yang menunjukkan kepedulian terhadap masa depan anak-anak mereka.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau pelatihan, tetapi juga oleh peran aktif keluarga.“Pendidikan karakter harus menjadi kerja bersama antara sekolah, pemerintah, dan keluarga. Anak-anak perlu figur teladan yang nyata di rumah. Jadilah inspirasi dan tempat kembali yang nyaman bagi mereka,” tegas Dandim.
Program LDKK ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Kabupaten Kuningan yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Nars)




























