Advertisement Advertisement
Jawa Barat Berita Utama Insiden Kuningan Pemerintahan

‎Sidak di Talaga Nilem, KDM Tengahi Kisruh Air Kuningan-Cirebon‎‎

CIREBONGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), turun tangan menengahi konflik pengelolaan air antara warga Desa Cikalahang, Kabupaten Cirebon, dengan Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan. Momen panas terjadi saat KDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan sumber air Talaga Nilem, Kamis (15/1/2026).‎‎

Dalam video yang beredar, terlihat perdebatan sengit antara Direktur PAM Tirta Kamuning, Ukas Suharfaputra, dengan perwakilan warga setempat. Warga mengeluhkan sumber air di wilayah mereka dieksploitasi untuk dialirkan ke luar daerah menggunakan pipa-pipa besar, sementara kebutuhan air bersih masyarakat sekitar justru terabaikan, terutama saat musim kemarau.‎‎

“Tanah Bapak digunakan untuk pipa, kemudian saluran itu mengalirkan air. Airnya terbendung, tidak mengalir ke sawah warga. Ke sini (warga lokal) ngalir nggak air PAM-nya? Enggak!” ujar KDM saat mengonfirmasi keluhan warga di lokasi.‎‎

Seorang warga yang juga petani setempat, menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Jawa Barat terkait kondisi kebutuhan air warga.

“Air bersih turun ke sini, tapi manual (tidak maksimal). Kalau musim hujan memang banyak, tapi bayangkan kalau kemarau, Pak! Jelas kurang!” keluh warga tersebut.‎‎

Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa

Suasana sempat memanas ketika Direktur PAM Tirta Kamuning, Ukas Suharfaputra, mencoba memberikan penjelasan bahwa pihaknya sudah melakukan kesepakatan dan sebagian janji telah dilaksanakan.

“Sudah dilaksanakan, Pak. Sebagian sudah dilaksanakan. Karena warga meminta jangan dulu dilaksanakan pipanisasi waktu pertemuan yang pernah dilakukan,” jelas Ukas.‎‎

Pernyataan tersebut langsung dipotong dan diteriaki oleh warga yang hadir. ‎‎Untuk meredam konflik, KDM langsung memberikan instruksi tegas. Ia meminta tim Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat untuk turun tangan melakukan audit dan penghitungan ulang.‎‎

“Prinsip saya, sebelum air mengalir ke tempat lain, maka warga di sini (Cikalahang) harus terpenuhi dulu kebutuhan airnya. Jangan sampai di kaki Gunung Ciremai warganya tidak kebagian air, sementara di tempat lain menikmati air Ciremai,” tegas KDM yang disambut tepuk tangan warga.‎‎

KDM memerintahkan agar minggu depan seluruh pihak dikumpulkan kembali untuk memastikan realisasi pipanisasi bagi warga lokal. Ia menjamin bahwa prioritas utama adalah kesejahteraan warga sekitar sumber air, bukan keuntungan komersial semata.

Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner‎‎ – Jangan Lewatkan!

‎‎”Kita cari solusi agar gunung tetap hijau, rakyat sejahtera, dan tidak kekurangan air. Minggu depan saya panggil semua, hari Selasa,” pungkas KDM menutup perdebatan. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement