Kesehatan Artikel Kuningan

‎Studi Terkini: Hiking Bukan Sekadar Rekreasi, Tapi Investasi Kesehatan Menyeluruh‎‎

KESEHATAN – Di tengah kesibukan masyarakat modern, aktivitas luar ruang seperti hiking atau mendaki gunung semakin digemari, tidak hanya sebagai sarana rekreasi tetapi juga sebagai cara efektif untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Berbagai studi terkini menunjukkan bahwa berjalan kaki di alam terbuka ini memberikan manfaat signifikan yang telah terbukti secara ilmiah, mulai dari meningkatkan kesehatan jantung hingga memperbaiki suasana hati.

‎‎‎Hiking merupakan latihan aerobik yang efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Aktivitas ini secara langsung berdampak pada kesehatan jantung dengan melatih otot jantung agar lebih kuat dan teratur.

Sejumlah penelitian mengonfirmasi bahwa hiking dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), dan pada akhirnya menekan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menurut sebuah studi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berjalan kaki setidaknya satu jam sehari, lima hari seminggu, dapat mengurangi risiko stroke hingga setengahnya.

Jelang Hari Kartini, Legislator Perempuan PKS Ungkap Makna Rahim di Balik Kekuatan Perempuan

‎‎Selain itu, hiking juga terbukti bermanfaat bagi kesehatan tulang. Aktivitas ini membantu menjaga kepadatan tulang dengan mempertahankan kalsium lebih lama, yang sangat penting untuk mencegah osteoporosis, terutama seiring bertambahnya usia.

Sebuah penelitian dari University of Washington bahkan menemukan bahwa wanita dengan osteoporosis yang rutin berjalan kaki selama satu jam tiga kali seminggu mengalami peningkatan kepadatan tulang belakang sebesar 6% dalam periode sembilan bulan.‎‎

Manfaat fisik lainnya juga sangat signifikan. Sebagai cara yang efisien untuk membakar kalori, bahkan lebih banyak dibandingkan berjalan di permukaan datar, hiking sangat membantu dalam mengelola berat badan ideal.

Di samping itu, aktivitas fisik ini dapat mencegah diabetes dengan meningkatkan sensitivitas insulin, yang memungkinkan tubuh menggunakan glukosa secara lebih efisien. Berjalan di medan yang tidak rata seperti bebatuan atau akar pohon juga secara alami melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.

‎‎Tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, hiking juga terbukti menjadi “obat” ampuh untuk kesehatan mental. Berada di alam terbuka dengan udara segar dan pemandangan indah dapat secara signifikan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

Incar Tiket Nasional, Ratusan Pelajar Bersaing Jadi Bibit Unggul Pencak Silat Kuningan

Saat melakukan hiking, tubuh melepaskan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin, yang dikenal sebagai “hormon bahagia”. Hormon-hormon ini secara alami memperbaiki suasana hati dan memberikan perasaan tenang.

Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa berada di alam dapat menurunkan aktivitas di bagian otak yang terkait dengan pemikiran negatif berulang (ruminating thoughts).‎‎

Paparan sinar matahari saat hiking juga membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang tidak hanya baik untuk tulang tetapi juga berperan dalam memperbaiki siklus dan kualitas tidur. Dengan demikian, aktivitas ini tidak hanya menyegarkan pikiran saat dilakukan, tetapi juga memberikan efek positif jangka panjang pada pola istirahat.‎‎

Para ahli menyimpulkan bahwa hiking adalah intervensi kesehatan yang mudah diakses dan berbiaya rendah dengan manfaat multifungsi, mencakup perbaikan kesehatan fisik, pemulihan emosional, hingga peningkatan fungsi kognitif dan fokus. ***

Sambut Arahan Prof. Ma’mun Murod, PK IMM Djazman Al-Kindi Ajak Civitas Akademika UM Kuningan Perkuat Sinergi dengan Ortom
× Advertisement
× Advertisement