KUNINGAN – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Susanto, mendesak pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk tidak tinggal diam menyikapi dugaan pelecehan terhadap kiai dan santri oleh stasiun televisi Trans7.
Menurutnya, negara harus hadir untuk melindungi martabat dan kehormatan institusi pesantren sebagai aset bangsa.
- Tiga Hari Pencarian Nihil, Tim SAR Hentikan Sementara Susur Sungai dalam Kasus Hilangnya Parmo di Kuningan
- Borneo FC Mengintai Puncak Klasemen dengan Tabungan Laga, Misi Balas Dendam untuk Persita Digelar Malam Ini
- Gadis 21 Tahun Asal Ciawigebang Hilang Usai Dijemput Motor, Ini Ciri-cirinya!
- Niat Hati Menolong, Sebar Foto KTP Hilang di Medsos Justru Rawan Pencatutan Identitas
- Djoni Toat Muljadi Kembali Pimpin FOBI Jabar, Fokus Bidik Kesuksesan Porprov XV 2026
Pernyataan ini disampaikan Susanto, pada Rabu (15/10/2025), sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa resah dengan tayangan tersebut. Ia menilai, media massa semestinya berfungsi sebagai sarana edukatif yang mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan justru menyajikan konten yang menyinggung atau merendahkan kelompok tertentu.
“Kami mendukung penuh langkah masyarakat dan para santri yang telah menyampaikan aspirasi mereka ke kantor pusat Trans7 dengan cara yang elegan dan bermartabat. Namun, negara, khususnya pemerintah daerah dan lembaga pengawas, jangan hanya diam,” tegas Susanto.
“Pemerintah harus hadir untuk menjaga kehormatan pesantren,” lanjutnya.
Susanto menjelaskan bahwa keberadaan pesantren merupakan aset besar bangsa yang kontribusinya bagi negara tidak ternilai. Oleh karena itu, kehormatannya harus dijaga bersama.
Ia menandaskan bahwa setiap bentuk penghinaan terhadap dunia pesantren harus dilawan dengan sikap yang tegas namun tetap beradab, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren itu sendiri.
Sebelumnya, Ketua DPC PKB Kuningan, H Ujang Kosasih juga merasa geram atas penyiaran acara di televisi Trans7 yang dinilai telah melakukan framing negatif terhadap para kiyai dan pondok pesantren.
Menurutnya, alim ulama dan para santri sudah sangat besar kontribusinya pada sejarah bangsa ini. “Apalagi ini dilakukan menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang memiliki semangat penghargaan kepada Pesantren, Kiyai dan Santri yang sudah berjuang menegakkan pilar kemerdekaan bangsa,” tandas Ujang. (Nars)





















