KUNINGAN – Kehadiran cahaya lampu tak lagi sekadar angan bagi sejumlah warga pedesaan di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Tepat di momentum bulan suci, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., bersama PT PLN (Persero) turun langsung menyalurkan bantuan listrik gratis guna mendorong pemerataan akses energi, Selasa (24/2/2026).
Langkah konkret ini dieksekusi melalui sinergi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, yang mencakup inisiatif Light Up The Dream (LUTD) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Pada tahap ini, aliran listrik gratis berkapasitas 900 Volt Ampere (VA) resmi dinikmati oleh tiga kepala keluarga (KK) prasejahtera, serta menghidupkan tiga fasilitas umum vital di desa tersebut, yakni dua bangunan Posyandu dan satu gedung PAUD Anggrek.
Momen hangat mewarnai peresmian saat Kapoksi Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, bersama General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, secara simbolis menyalakan sakelar lampu di salah satu rumah warga penerima manfaat.
Dalam keterangannya, Rokhmat Ardiyan yang hadir didampingi sang istri, Hj. Dian Marina Puspita, menegaskan bahwa akses energi adalah hak dasar yang sangat memengaruhi kualitas hidup masyarakat, dari sektor pendidikan hingga perputaran ekonomi mikro.
“Listrik bukan sekadar untuk penerangan, ini adalah manifestasi kehadiran negara di tengah masyarakat. Daya yang menyala hari ini merupakan buah kolaborasi legislatif, kementerian, dan PLN,” tegas politisi yang akrab disapa HRA tersebut.
Ia menambahkan, program penerangan berkeadilan ini terus dikebut di wilayah kerja PLN UID Jawa Barat. Khusus untuk Kabupaten Kuningan, sinergi lintas sektor ini telah sukses merampungkan sekitar 3.000 sambungan listrik gratis.
“Terlebih di bulan Ramadan, keandalan pasokan listrik sangat krusial. Warga butuh listrik yang stabil untuk mendukung kekhusyukan ibadah seperti tarawih, tadarus, hingga rutinitas sahur,” imbuhnya.
Sinergi Menerangi Pelosok NegeriDi tempat yang sama, GM PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, memaparkan bahwa program BPBL dan LUTD murni didedikasikan untuk menjangkau masyarakat rentan yang selama ini kesulitan mengakses infrastruktur kelistrikan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Komisi XII DPR RI. Sinergi ini memastikan bahwa pemerataan listrik benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus menjadi fondasi kebangkitan ekonomi dan pendidikan di desa,” papar Sugeng.
Raut bahagia tak bisa disembunyikan oleh Sri, perwakilan pengurus PAUD Anggrek Cisantana. Ia bersyukur karena fasilitas pendidikannya kini tak lagi gelap saat cuaca mendung atau ketika ada kegiatan sore hari. “Semoga program ini tidak berhenti di sini dan bisa menjangkau lebih banyak desa lain,” harapnya.
Melengkapi esensi bulan puasa, agenda peresmian listrik ini dirangkaikan dengan aksi solidaritas sosial. Rokhmat Ardiyan dan jajaran PLN membagikan puluhan paket sembako serta santunan tunai kepada anak yatim dan kaum dhuafa di wilayah setempat. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi warga desa di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok selama Ramadan.
Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi antara DPR RI, PLN, dan aparat desa untuk mengawal keandalan jaringan kelistrikan di Kuningan, memastikan tidak ada pemadaman yang mengganggu ibadah warga hingga hari raya Idul Fitri mendatang. (Nars)













