KUNINGAN – Sebuah wadah pergerakan positif bagi generasi muda bernama Kolaborasi Pikir Kuningan atau disingkat Kopiku resmi diluncurkan Legislator Partai Gerindra Hj Tina Wiryawati SH, MM di Villa de La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada Ahad (15/3/2026).
Inisiatif cemerlang ini dipelopori langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., sebagai ruang interaksi dan bertukar gagasan bagi kaum milenial serta generasi Z di daerah tersebut.
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
Kehadiran Kopiku dirancang secara khusus untuk merangkul dan mengakomodasi pemuda dari latar belakang yang sangat beragam. Wadah inspiratif ini terbuka lebar bagi mereka yang memiliki ketertarikan, bakat, pendidikan, maupun keterampilan di berbagai bidang, mulai dari akademisi muda, pegiat olahraga, hingga anggota berbagai komunitas hobi untuk duduk bersama menyatukan visi.
Tina Wiryawati menyadari bahwa anak muda Kuningan sejatinya menyimpan potensi yang sangat besar, namun selama ini sering kali masih bergerak secara sporadis. “Anak muda kita memiliki gagasan dan bakat luar biasa, tapi sering kali mereka masih bergerak sendiri-sendiri. Kopiku hadir untuk menyatukan energi positif tersebut agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi bangsa,” ujar Tina dalam sambutannya.
Pada langkah awal pergerakannya, wakil rakyat tersebut menegaskan bahwa program kerja Kopiku akan sangat menitikberatkan fokus pada isu pelestarian budaya dan lingkungan hidup.
“Sebagai fondasi awal pergerakan, Kopiku akan memprioritaskan kawalan pada isu lingkungan dan pelestarian budaya. Dua sektor ini sangat membutuhkan sentuhan kreatif tangan anak muda di tengah pesatnya modernisasi,” tegasnya.
Dalam ranah kebudayaan, Kopiku diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama bagi para pemuda yang bergelut dan mencintai kesenian daerah serta tradisi lokal. Tina mengajak para seniman dan budayawan muda untuk tidak malu, melainkan harus bangga mengeksplorasi serta mempromosikan kekayaan budaya Kuningan agar warisan leluhur tidak luntur tergerus penetrasi budaya asing.
Sementara itu untuk sektor lingkungan, kolaborasi ini secara proaktif merangkul para pegiat alam untuk merumuskan ide-ide segar dalam menjaga ekosistem daerah. Mengingat identitas Kabupaten Kuningan yang selama ini dikenal dengan keasrian alamnya di lereng Gunung Ciremai, peran aktif anak muda dinilai sangat vital untuk mengawal gerakan peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui momentum peluncuran Kopiku ini, Tina menaruh harapan besar agar semangat kolaborasi yang terjalin tidak hanya sebatas seremonial semata. “Mari kita buktikan bersama bahwa pemuda Kuningan bukan hanya sekadar penonton, melainkan agen perubahan sejati yang siap berkontribusi lewat aksi dan karya nyata untuk kemajuan daerah kita,” pungkas Tina menutup arahannya. (Nars)






























