KUNINGAN – Rencana pergerakan massa HMI Kuningan untuk “menguliti” kasus Tuntutan Ganti Rugi dan dugaan skandal Taspen di tubuh pemerintah daerah mendadak tertunda. Keputusan batal kepung kantor bupati ini terpaksa diambil oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuningan pada Senin (27/4/2026).
Pembatalan ini menyusul orang nomor satu di Kuningan tersebut mengirimkan surat permohonan penundaan karena harus menjalankan tugas ke Jakarta.
- Tak Hanya Peduli Gunung, KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bersihkan Eceng Gondok Waduk Darma
- Tunjangan DPRD Kuningan Dipangkas demi Efisiensi Anggaran, Sekwan: Tidak Ada Ruang Gelap
- Segini Besaran Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kuningan Berdasarkan Kajian KJPP
- Buka Bukaan Tunjangan DPRD Kuningan, Sekwan Dorong Transparansi di Tengah Tuntutan Efisiensi Fiskal Daerah
- Ujang Kosasih “Bintang Lima” Pimpin PKB Kuningan Lagi, Sekjen Baru Aras Rasdi Usia 35 Tahun
Sikap batal kepung kantor bupati di kawasan Kuningan Islamic Center ini tentunya memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Menyadari hal tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhamad Naufal Haris, langsung menepis isu miring yang menyebut gerakan mahasiswa telah “masuk angin”, ditekan, atau mendapat intimidasi dari pihak penguasa.
Naufal menjelaskan bahwa langkah batal kepung bupati merupakan murni bentuk strategi taktis untuk mendapatkan hasil dialog yang lebih maksimal. Pihaknya memilih menghargai iktikad baik dari pemerintah daerah yang mengirimkan surat penundaan secara resmi.
Dalam suratnya, kepala daerah beralasan sedang ada agenda kedinasan di ibu kota dan meminta agar audiensi dijadwalkan ulang agar bisa berdialog secara tatap muka.Menurut pimpinan mahasiswa tersebut, menyuarakan tuntutan tanpa kehadiran pengambil kebijakan utama akan membuang banyak energi secara sia-sia.
Oleh karena itu, opsi batal kepung bupati untuk sementara waktu dinilai lebih rasional demi memastikan tuntutan transparansi terkait karut-marut di Dinas Pendidikan tidak hanya menguap di udara, melainkan mendapat jawaban langsung yang terukur dan konkret.
Meski hari ini massa aksi batal kepung bupati, Naufal memastikan perlawanan mereka sama sekali belum padam. HMI Kuningan berkomitmen penuh untuk terus mengawal ketat penyelesaian isu Tuntutan Ganti Rugi dan dugaan penyalahgunaan dana Taspen, serta bersiap merapatkan barisan kembali segera setelah sang bupati kembali menjejakkan kaki di Kabupaten Kuningan.(Nars)














