KUNINGAN – Ketua DPD PKS Kuningan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD, Dwi Basyuni Natsir, akhirnya angkat bicara terkait isu pengadaan mobil dinas baru untuk unsur pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan. Ia menegaskan, pihaknya mendukung kebijakan yang mengedepankan efisiensi anggaran dan fokus pada pembangunan prioritas daerah.
Dikonfirmasi kuninganreligi.com Jum’at (11/4/2025) Dwi menyampaikan, pengadaan kendaraan dinas tersebut sebenarnya telah dibahas sejak tahun 2024 antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan pihak legislatif dalam berbagai rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
”Kalau memang pengadaan mobil dinas itu lebih efisien dibandingkan tunjangan transportasi, tentu kita mendukung. Meskipun saya pribadi belum menghitung sampai ke sana, namun jika hasil rapat TAPD dan legislatif menyimpulkan itu lebih hemat, ya silakan saja,” ujar Dwi kepada wartawan.
- Comeback Gemilang di Lampung Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC 4-2 dan Rebut Kembali Puncak Klasemen
- Review Babak Pertama Persib vs Bhayangkara FC, Serangan Balik Mematikan The Guardian Bikin Maung Bandung Tertinggal 1-2
- Menagih Etos Kerja Pasca Pelantikan 4 JPT Pratama di Cadas Poleng
- Ini Alasan Bupati Kuningan Pilih Cadas Poleng Tempat Lantik Pejabat Hari Ini
- Empat Pejabat Eselon Dua Kuningan Resmi Dilantik, Berikut Daftar Namanya
Sebelumnya, pengadaan mobil dinas baru untuk empat unsur pimpinan DPRD Kuningan menuai sorotan. Hal ini dipicu pernyataan Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, pada Februari lalu yang menegaskan bahwa pihaknya menolak fasilitas kendaraan dinas baru di tahun anggaran 2025.
“Pimpinan DPRD Kuningan juga sama, kami tidak akan menerima mobil dinas baru. Clear ya, untuk anggaran tahun 2025,” ujar Nuzul saat itu.
Namun, informasi terbaru yang diterima menyebutkan bahwa penganggaran untuk pengadaan mobil dinas tersebut tetap berjalan secara diam-diam. Sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa proses pengadaan masih dalam tahap perencanaan dan penganggaran.
“Faktanya, pengadaan kendaraan tetap masuk dalam agenda anggaran. Tidak ada penolakan secara formal dalam pembahasan terakhir,” kata sumber tersebut.
Adapun spesifikasi kendaraan yang direncanakan untuk unsur pimpinan DPRD terdiri dari satu unit Mitsubishi Pajero Sport untuk Ketua DPRD dan tiga unit Toyota Fortuner untuk masing-masing Wakil Ketua. Total nilai pengadaan kendaraan ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Mobil-mobil tersebut direncanakan untuk menunjang kinerja dan operasional pimpinan legislatif dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan.
Isu ini kembali menjadi perhatian publik, terutama di tengah komitmen pemerintah daerah untuk menekan belanja non-prioritas dan fokus pada pelayanan dasar masyarakat. Sejumlah kalangan menilai, sikap inkonsisten antara pernyataan publik dan realisasi kebijakan bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. (Nars)


























