Artikel Kuningan Sosial

Selesaikan Tugas Dengan Kejujuran, Kita Masih Bisa Makan Nasi Dengan Garam

banner 468x60

Kalimat itu sederhana, tapi bisa mengguncang nurani bagi siapapun yang membacanya.

Lahir dari ucapan panutan polisi paling jujur yang pernah dimiliki bangsa ini yakni Jenderal Hoegeng, tokoh yang keteladanan hidupnya jadi simbol keberanian melawan korupsi, integritas di tengah godaan, dan kesederhanaan di puncak kekuasaan.

banner 336x280

Pesan ini menyiratkan bahwa harga diri dan kejujuran jauh lebih berharga daripada kekayaan yang didapat dengan cara kotor dan hina.

Apalah artinya seseorang mendapatkan seluruh isi dunia tetapi ia kehilangan jiwanya. Kejujuran itu prinsip, bukan pilihan. Integritas tidak bisa dibeli apalagi ditawar.

Bahkan kalau cuma makan nasi dan garam, asalkan hati tenang dan tugas dijalankan dengan benar, itu lebih mulia daripada hidup mewah tapi penuh tipu daya.Kalimat ini menampar siapa pun yang menjadikan kekuasaan sebagai alat memperkaya diri atau keserakahan.

Heboh Isu RTRW Kuningan ‘Dipesan’ Investor, Pejabat Dinas PUTR Buka Suara

Dunia hari ini dipenuhi dengan tawaran cepat kaya, jalan pintas, kompromi atas nilai. Tapi Jenderal Hoegeng mengingatkan: lebih baik sederhana tapi terhormat, daripada kaya tapi hina.

Jenderal Hoegeng bukan hanya mantan Kapolri, ia adalah cermin langka dari sosok yang menolak disuap, menolak dibengkokkan, dan menolak hidup di atas dusta.

Tulisan Dalam Rangka Renungan HUT RI ke-80

Kuningan, 16 Agustus 2025

Uha Juhana

Sejalan dengan Pegiat Lingkungan, Mang Ewo Ingatkan Pemkab Kuningan Jangan Korbankan Zona Konservasi

Ketua GMNI Kuningan Periode 2003 – 2006

banner 336x280
× Advertisement
× Advertisement