
KUNINGAN, – Pemandangan berbeda tersaji dalam Karnaval Budaya Hari Jadi ke-527 Kuningan di Jalan Siliwangi, Ahad (5/10/2025). Ratusan mahasiswa dari Universitas Kuningan menggelar aksi teatrikal untuk melayangkan kritik tajam terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) yang dinilai abai terhadap isu konservasi lingkungan.
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
- Helikopter TNI AU dan KDM Turun di Majalengka, Water Bombing Karhutla Gunung Ciremai Segera Dilakukan Siang Ini
- Medan Ekstrem dan Titik Api Bandel: BPBD Kuningan Kerahkan Personel Jalan Kaki Jangkau Lokasi Karhutla Taman Nasional
- Berapa Luasan Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai? BTNGC Ungkap Begini
- Berjibaku Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Ini Strategi yang Dikerjakan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning
Dalam aksinya, para mahasiswa mengenakan beragam atribut unik untuk menarik perhatian, seperti puluhan bajak laut dengan galon air di punggungnya hingga menghadirkan sosok bajak laut raksasa orang penuh luka yang memegang tempat air.
Aksi ini menjadi simbolisasi atas kerusakan alam dan ancaman krisis air yang membayangi Kuningan.
Melalui seruan bertajuk “Air Untuk Anak Cucu”, para mahasiswa mendesak Pemda Kuningan untuk secara serius berupaya menjadikan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi.

Menurut mereka, setiap kebijakan yang dilahirkan pemerintah harus berpegang teguh pada asas lingkungan dan keberlanjutan. Mereka menganggap bahwa kebijakan yang ada saat ini belum cukup kuat dan tegas dalam melindungi alam Kuningan.
Kritik paling keras ditujukan pada praktik pembangunan fisik di area-area vital. Para mahasiswa menegaskan bahwa gunung, hutan, dan sungai seharusnya ditanami pohon, bukan diisi dengan tugu, beton, atau aspal.
Mereka memperingatkan bahwa jika pembangunan yang tidak ramah lingkungan ini terus berlanjut, maka sumber daya air yang melimpah di Kuningan tidak akan menjadi berkah, melainkan berubah menjadi musibah.
Seluruh pesan moral ini, menurut para mahasiswa, disuarakan demi menjamin masa depan dan kehidupan anak cucu di Kuningan kelak. (Nars)
