KUNINGAN – Kekhawatiran melanda warga Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan menyusul ditemukannya kerusakan areal hutan pelindung sumber mata air yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Tokoh masyarakat setempat, Mukdiana, pada Jumat (25/7) siang, mengungkapkan keresahan warga atas kondisi tersebut.
Menurut Mukdiana, areal hutan yang selama ini menjadi penopang keberlangsungan sumber mata air warga kini telah dirusak. “Penebangan pohon dan tegakan hijau di sana telah merusak areal hutan yang menaungi sumber mata air kami,” ujar Mukdiana.
- Gandeng Akademisi, Rumah Sadulur Perkuat Benteng Lingkungan Desa Cikondang Lewat ‘Pepeling’
- Dituding “Jual” Air Ciremai ke Pengusaha, Warga Kuningan Minta Presiden Prabowo Bubarkan BTNGC
- Kritik Generasi Tua, Gerakan Pemuda Kuningan Siap Turun ke Jalan Soroti Isu Lingkungan TNGC
- ”Menghilangkan” Kaliandra, Puspita Cipta Group Ungkap Alasan Pembukaan Lahan untuk Proyek “Arboretum”
- Puspita Cipta Group Bantah Bangun Sirkuit di Palutungan, Sepakat Tarik Alat Berat Sesuai Instruksi Bupati
Ia menjelaskan, titik kerusakan berada sekitar 300 meter dari objek wisata Cipanas Kecamatan Subang.Dugaan pengerusakan ini diperkirakan telah berlangsung sejak tiga bulan terakhir, namun baru terungkap setelah terlihat jelas adanya pengurangan tegakan pohon di area tersebut. “Mau dibuka, atau dikonversi jadi lahan pertanian atau apapun, tolong jangan di titik-titik sentral tempat keberadaan sumber mata air kami,” tegasnya mewakili keresahan warga lainnya.
Ia menambahkan, dampak dari penebangan dan pembukaan areal hutan ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Hanya berselang beberapa hari sejak musim kemarau, debit air sungai di sekitar area tersebut dilaporkan menyusut drastis bahkan mengering. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar akan pasokan air bersih bagi warga.
Mukdiana juga menyoroti fakta bahwa pihak yang diduga merusak hutan ini bukanlah warga asli Subang. “Sementara kita berjuang melindungi mata air dengan reboisasi dan revitalisasi, eh tiba-tiba diduga ada orang luar merusak areal hutan yang kita rawat agar sumber airnya tetap ada. Ini tidak bisa dibiarkan,” keluhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mukdiana mendesak siapa pun yang bertanggung jawab atas perusakan hutan ini untuk segera menghentikan aktivitasnya. Ia khawatir tindakan ini akan memicu kemarahan warga sekitar yang sangat bergantung pada sumber mata air tersebut.Lebih lanjut,
Ia pun meminta pemerintah daerah Kabupaten Kuningan untuk serius dalam melindungi kawasan hutan yang menjadi penopang sumber mata air. “Jangan hanya bicara jargon ‘jangan wariskan air mata pada anak cucu kita, tapi wariskan mata air bagi mereka’,” pungkas Mukdiana, menyampaikan harapan agar pemerintah dapat bertindak nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang. (Nars)










