KUNINGAN – Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 9 Maleber, Desa Maleber, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (15/10/2025) sore.
Insiden tersebut mengakibatkan atap bangunan toilet siswa ambruk dan sebuah pohon di halaman sekolah tumbang.
- Tumbangkan KLN Elite 3-1, Proton FC Kuningan Selangkah Lagi Juara Pro Futsal League 2
- Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPKAD Rp1,2 Miliar, Bupati Kuningan Disebut Terapkan Standar Ganda
- Pesona Curug Sema di Gunungmanik, Surga Tersembunyi untuk Pecinta Petualangan di Kuningan
- 5 Kegiatan DKM Al Ashri Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ada Tabligh Akbar dan Santunan Yatim
- Juventus Nego PSG untuk Permanenkan Randal Kolo Muani
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan Tim Asesmen di lapangan, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
“Benar, kami menerima laporan tadi malam dan pagi ini tim langsung melakukan kaji cepat di lokasi,” ujar Indra Bayu di kantornya, Kamis (16/10/2025).
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun terdapat kerusakan material pada fasilitas sekolah.”Indra Bayu merinci, kerusakan utama terjadi pada bangunan toilet siswa.
Atap toilet permanen sepanjang 20 meter dengan lebar 3 meter yang terbuat dari spandek, ambruk dan terbawa angin kencang. Selain itu, sebuah pohon kersen dengan diameter 30 cm dan tinggi 7 meter juga tumbang di halaman sekolah.
Menurut laporan terkini hingga Kamis pagi, kondisi cuaca di lokasi berawan. Pihak sekolah bersama-sama tengah melakukan penanganan dan pembersihan material atap spandek serta memangkas ranting pohon yang tumbang.
“Akibat kerusakan tersebut, toilet siswa yang terdiri dari 12 pintu untuk sementara tidak dapat digunakan. Atapnya masih dalam keadaan terbuka dan instalasi listrik yang terhubung ke area toilet juga terputus,” jelas Indra Bayu.
Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan aparat Kecamatan, TNI, POLRI, dan BPBD Kuningan untuk penanganan lebih lanjut. BPBD pun telah mengirimkan tim asesmen untuk mendata dampak dan kebutuhan darurat.
“Kami mengimbau kepada pihak sekolah dan masyarakat sekitar untuk senantiasa waspada dan berhati-hati, terutama saat memasuki musim penghujan yang sering disertai angin kencang,” ujarnya. (Nars)















