CIAMIS – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., turun langsung untuk mengawasi proses seleksi wawancara calon karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Ciamis, Ahad (19/10/2025).
Pengawasan ketat ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan rekrutmen berjalan secara transparan, objektif, dan bebas dari praktik nepotisme.
- Ancaman Puso Menghantui! Lesehan di Sawah, Kadiskatan Kuningan Ajarkan Trik ‘Sakti’ Basmi Hama Wereng
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
Untuk menjaga profesionalitas, proses rekrutmen ini secara khusus menggandeng tim akademisi dari Universitas Galuh (Unigal) Ciamis sebagai pihak pewawancara.
“SPPG sejak awal berkomitmen menjalankan setiap tahapan sesuai SOP. Interview kali ini dilakukan oleh pihak profesional dari Unigal, bukan oleh pengurus internal. Tujuannya agar hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hj. Tina Wiryawati saat ditemui di lokasi.
Legislator Dapil Jabar 13 ini menegaskan bahwa perekrutan sumber daya manusia (SDM) untuk program sepenting SPPG harus benar-benar bersih dari kepentingan pribadi. Menurutnya, hasil wawancara dari tim independen akan menjadi dasar utama bagi yayasan dalam menentukan kelulusan calon karyawan.
“Saya ingin memastikan bahwa proses ini tidak hanya administratif, tetapi benar-benar menilai kemampuan dan integritas calon karyawan,” tambahnya.
Hj. Tina mengapresiasi langkah yayasan yang melibatkan perguruan tinggi, karena hal tersebut merupakan langkah maju untuk menciptakan sistem kerja yang profesional.
Ia juga menjelaskan pentingnya menjaga standar tinggi di seluruh unit SPPG, mulai dari kebersihan, kualitas makanan, hingga keselamatan kerja.
“Kita ingin SPPG ini menjadi percontohan. Mulai dari perekrutan, pengolahan makanan, sampai distribusi, semuanya harus bersih, tertib, dan sesuai prosedur,” katanya. (Nars)




























