

KUNINGAN – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menyambut hangat kunjungan kerja Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar X, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., dalam agenda Reses dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kabupaten Kuningan.
Dalam kesempatan tersebut, Tuti menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan wakil rakyat di Senayan. Menurutnya, momentum reses memiliki makna yang sangat strategis dan tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda seremonial belaka.
- Kritisi RAPBD 2027, Fraksi PDIP Minta Pemkab Kuningan Prioritaskan Alam dan Budaya Miyuni Alam
- Gerindra Kuningan Soroti Defisit Infrastruktur Pertanian, Tuntut Keadilan APBD 2027
- Kritik Keras RAPBD 2027, Golkar Kuningan Soroti Belanja Pegawai Tembus Rp 1,3 Triliun, Anggaran Damkar Miris Hanya Rp 39 Juta
- Kritisi RAPBD 2027, Fraksi PKS: Jangan Jadikan Orang Sakit “Sapi Perah” PAD, Pangkas Anggaran Birokrasi!
- Fraksi PPP-Demokrat: Belanja Modal Cuma 4,4 Persen di RAPBD 2027, Rakyat Jangan Cuma Jadi Penonton
“Reses bukan sekadar agenda rutin anggota dewan, tetapi menjadi jembatan aspirasi vital antara masyarakat di daerah dengan wakil rakyat di tingkat pusat. Di sinilah suara rakyat didengar, dicatat, dan diperjuangkan agar terakomodasi dalam kebijakan nasional,” ujar Tuti Andriani dalam sambutannya.
Wabup Tuti berharap, kehadiran legislator dari Partai Gerindra tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan. Ia meyakini, dialog yang konstruktif dalam forum ini akan bermuara pada percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kuningan.
Selain menyoroti soal aspirasi, Tuti juga menggarisbawahi urgensi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi yang kian kompleks, ia menilai nilai-nilai kebangsaan harus terus diperkuat.
“Nilai-nilai Pancasila harus terus kita hidupkan, bukan hanya dihafalkan. Konstitusi harus dipahami, bukan sekadar dibaca. Ini ikhtiar penting untuk meneguhkan jati diri bangsa di tengah dinamika sosial yang terjadi,” tegasnya.
Tuti mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda, untuk merawat keutuhan NKRI dan menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika melalui sikap saling menghormati dan toleransi.
”Semoga kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kebangsaan yang bermakna, serta menghasilkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kuningan yang kita cintai,” kata Tuti. (Nars)



