Di tengah antusiasme warga, Dedi Mulyadi secara spontan memberikan kejutan. Ia berjanji akan segera memperbaiki Lapangan Rangga Jaya yang malam itu menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan warga Cibingbin.
Janji ini sejalan dengan komitmennya merombak postur keuangan pemerintah. KDM menegaskan bahwa anggaran daerah harus dibelanjakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat luas.
“Utamakan kepentingan rakyat, sementara pejabat biarlah mengalami efisiensi anggaran,” tuturnya disambut riuh tepuk tangan warga.
Filosofi Peurih untuk Generasi Muda
Lebih jauh, KDM mengajak masyarakat untuk berani merombak gaya hidup. Ia mengimbau warga untuk meninggalkan kebiasaan konsumtif, mulai membiasakan hidup sederhana, dan mendidik generasi mendatang agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Ia mendorong warga agar tidak gengsi terjun ke sektor-sektor riil seperti berwirausaha, bertani, berdagang, maupun beternak. KDM juga menitikberatkan pentingnya sistem pendidikan di sekolah yang tidak hanya mengejar nilai akademis, tetapi juga harus diarahkan pada perbaikan moral dan akhlak anak muda.
Mengakhiri arahannya, KDM mengutip pepatah Sunda yang sarat makna sebagai pelecut semangat perjuangan warga Kuningan dalam menghadapi tantangan hidup.”Mun hayang boga peurah, kudu bisa peurih (Jika ingin memiliki wibawa atau kesuksesan, harus berani melewati keprihatinan dan mau bekerja keras),” pesan KDM. (Nars)

















