

KUNINGAN – Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kuningan ke-527 yang semula dijadwalkan pada Senin, 1 September 2025, resmi ditunda. Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, DPRD, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan mempertimbangkan kondisi keamanan yang berangsur kondusif pasca-ketegangan sebelumnya.
- Wahana Ajaib Lolos Dramatis ke Final U-18 dan Bidik Tiket Kejuaraan Nasional U-19
- Erupsi Anak Krakatau Meluas, Empat Bandara Ditutup Sementara dan Pesisir Selat Sunda Dipastikan Aman
- Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata Lewat 200 Becak Listrik Karya Anak Bangsa
- Antisipasi Kebakaran dan Pulihkan Ekosistem, Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai Besok
- Cipakem Charity Ride 2026 jadi Ajang Patroli Bersama Cegah Karhutla di Kawasan Perhutani
Bupati Kuningan menyampaikan bahwa penundaan ini dilakukan agar perayaan Hari Jadi dapat berlangsung dalam suasana yang benar-benar khidmat, aman, dan damai.
Menurutnya, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan kesempatan untuk merefleksikan identitas dan kebanggaan sebagai warga Kuningan.
“Alhamdulillah, Kuningan kembali kondusif. Ini adalah buah dari kebersamaan kita, dari kerja sama semua unsur: pemerintah, Forkopimda, legislatif, para tokoh agama, dan masyarakat yang senantiasa mencintai kedamaian,” tutur Bupati.
Bupati Dian juga menambahkan bahwa penundaan ini bertujuan untuk memastikan para putra-putri daerah yang berada di luar kota (pituin Kuningan) memiliki kesempatan untuk hadir dan merasakan langsung perayaan tersebut.
Meskipun Sidang Paripurna ditunda, Pemerintah Kabupaten Kuningan tetap akan melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya adalah apel pagi dan pemberian santunan bagi pengemudi ojek online (ojol) serta kaum fakir miskin dan dhuafa.
Langkah ini diambil sebagai bukti bahwa pemerintah tidak pernah mengabaikan rakyat kecil, bahkan di tengah persiapan perayaan.
Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk melihat penundaan ini bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai ruang untuk introspeksi diri dan memperkuat persatuan. Beliau berharap perayaan Hari Jadi ke-527 mendatang akan menjadi momen yang bersejarah, sekaligus mengukuhkan ikatan antara pemimpin dan rakyat.
“Mari kita jadikan penundaan ini bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai doa dan ikhtiar agar peringatan Hari Jadi Kuningan ke-527 dapat berlangsung dalam suasana yang lebih indah, lebih bermakna, dan lebih bersejarah,” pungkasnya. (Nars)



