KUNINGAN – Kandidat Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, Deni Hamdani, memaparkan pandangannya mengenai peran ideal seorang Sekda usai mengikuti uji kompetensi di Kantor BKPSDM Kuningan, Jum’at (24/10/2025).
Pria yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kuningan ini mengungkapkan bahwa seorang Sekda tidak boleh melampaui kewenangan bupati, merasa paling pintar, atau memandang kepala SKPD lain sebagai bawahan.
- Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah
- Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan
- Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Susah Payah Tahan Imbang Dewa United 2-2
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
Menurut Deni, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji berfokus pada strategi dan konsep yang akan ia tawarkan jika dipercaya mengemban amanah sebagai Sekda. Hal ini untuk memastikan setiap kandidat memiliki perencanaan yang matang untuk memberikan nilai manfaat bagi Kuningan di masa kini dan mendatang.
“Tadi dieksplorasi oleh para penguji, jangan sampai ketika dipercaya, tidak punya konsep, planning, atau mekanisme strategi kerja,” ujar Deni.
Deni menjelaskan, seluruh gagasannya berlandaskan pada visi-misi Bupati Kuningan, yakni “Kuningan Melesat”. Peran Sekda, menurutnya, adalah mendukung penuh pencapaian visi tersebut dengan membangun sinergi antar kepala SKPD.
Ia juga menguraikan lima strategi yang ditawarkannya, di mana prinsip utamanya adalah meringankan tugas bupati dan menciptakan ekosistem kerja yang kondusif.“Seorang Sekda adalah cerminan daripada Bupati. Intinya adalah membikin bupati nyaman,” tegasnya.
“Tidak boleh seorang Sekda melebihi kewenangan bupati, tidak boleh merasa paling pintar, dan tidak boleh (menganggap) teman-teman SKPD itu adalah bawahan,” tambah Deni.
Saat ditanya mengenai persaingan dengan 12 kandidat lainnya, Deni menyatakan tidak merasa sedang bersaing. Baginya, jabatan adalah amanah dan kepercayaan.
Ia memandang bahwa seluruh kandidat yang lolos hingga tahap ini merupakan orang-orang yang layak dan telah melalui proses seleksi yang ketat.“Saya pribadi tidak merasa bersaing dengan 12 nama itu. Semuanya yang 12-belasnya layak semuanya,” pungkasnya. (Nars)

























