KUNINGAN – Guna membangun kemandirian finansial generasi muda sejak dini, Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Cirebon-Priangan Timur turun langsung memberikan edukasi keuangan kepada para santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan. Kegiatan kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini merupakan bagian dari program Gerak Syariah di bulan Ramadan.
- Bupati Kuningan Tanggapi Masukan LKPJ, Isu TGR Hingga “Pertemuan Pendopo”
- Meski Tampil Dominan di GBLA, Persib Bandung Ditahan Imbang Arema FC 0-0
- Puluhan Ribu Bobotoh di GBLA Geregetan, Tembok Frigeri Sukses Bikin Persib Buntu! Skor 0 – 0 di Babak Pertama
- Serahkan SK DPC Kuningan, DPD PDIP Jabar Tekankan Konsolidasi Melalui Aksi Sosial
- Gunakan Trik Edarkan Sabu dengan Sistem Peta, BHA Harus Mendekam di Dinginnya Jeruji Polisi
Head Area BSI Cirebon Priangan Timur, Deni Cahyadi, menjelaskan bahwa edukasi ini sangat penting mengingat santri usia Aliyah (16-18 tahun) rata-rata sudah mengantongi KTP dan mampu mengakses layanan perbankan secara mandiri. BSI hadir untuk memberikan literasi agar mereka bijak dalam bertransaksi secara digital dan tidak mudah terjebak modus kejahatan siber (scamming).


“Kasus scamming sering terjadi lewat transaksi digital dan tautan di gawai. Kami mengedukasi mereka agar tidak sembarangan menerima notifikasi tak jelas atau asal klik accept yang berujung pada kerugian finansial,” pesan Deni di hadapan para santri.
Untuk memfasilitasi kebutuhan finansial santri secara aman, BSI telah menyiapkan ragam produk yang mudah diakses. Mulai dari Simpanan Pelajar (SimPel) hasil kerja sama dengan OJK, Tabungan Junior, hingga Tabungan Umrah Junior bagi santri yang bercita-cita berangkat ke Tanah Suci.
Menariknya, BSI juga mengenalkan instrumen perlindungan nilai aset (hedging) melalui investasi logam mulia. Langkah ini sejalan dengan lisensi BSI sebagai perbankan yang telah mengantongi izin Bullion Bank.
“Ini bukan produk konsumsi, melainkan investasi. Kami menawarkan produk BSI Gold hasil kerja sama dengan Hartadinata sebagai alternatif investasi yang aman dan sesuai syariah,” pungkasnya.(Nars)


























