KUNINGAN – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan kembali menekankan pentingnya skala prioritas pembangunan dan penyesuaian dengan kemampuan fiskal daerah dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Pandangan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD pada Selasa, 22 Juli 2025.
- Bawa Tren Dunia, Padelazo Resmi Menjelma Sebagai Episentrum Olahraga Padel Pertama di Kuningan
- Hadapi Krisis Geopolitik Global, Pengusaha Muda Kuningan Farid Nugraha Bagikan Jurus ‘Survival Mode’ untuk UMKM
- Kunjungi dan Bantu Korban Musibah Kebakaran, Nuzul Rachdy: Ikut Prihatin
- Mulai Lusa, Ketua DPRD Kuningan Ikuti Retreat di Magelang
- Dugaan Pencemaran Limbah ke Pemukiman, Tim Gabungan Sidak IPAL Mie Gacoan Kuningan
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kuningan, Satria Rizky Utama, menegaskan bahwa meskipun Fraksi Golkar mengapresiasi kondisi APBD perubahan yang menunjukkan keseimbangan antara pendapatan dan belanja, perencanaan yang matang tetap krusial.


“Kami berharap agar perubahan APBD yang diajukan telah direncanakan dengan baik, selaras dengan prioritas pembangunan, dan pelaksanaannya sesuai dengan kemampuan fiskal yang ada, sehingga tidak menimbulkan masalah dalam keseimbangan anggaran di kemudian hari,” ujar Satria Rizky Utama.
Politisi Golkar Dapil 3 Kuningan ini menambahkan bahwa kondisi ‘balance’ dalam perubahan APBD 2025 ini harus dipertahankan dengan kebijaksanaan dalam efisiensi anggaran. “Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah perlu diimplementasikan secara cermat dan bijaksana agar kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah tetap terjaga,” katanya.
Perubahan APBD 2025 ini sendiri didasari oleh beberapa kebijakan, seperti Instruksi Presiden tentang Efisiensi Belanja dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri mengenai Penyesuaian Belanja Daerah, serta penyesuaian dana transfer ke daerah.
Selain itu, perubahan juga mencakup penetapan utang belanja langsung tahun anggaran sebelumnya dan adanya pinjaman jangka pendek.Dalam rinciannya, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat dari Rp 2,818 triliun lebih menjadi Rp 2,830 triliun lebih, dengan kontribusi utama dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bertambah sekitar Rp 29,49 miliar lebih.
Sementara itu, belanja daerah juga mengalami peningkatan signifikan dari Rp 2,844 triliun lebih menjadi Rp 2,924 triliun lebih, dialokasikan untuk belanja operasi dan belanja modal.
Meskipun demikian, belanja tidak terduga mengalami pengurangan.Fraksi Golkar mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk terus optimis, bersemangat, dan kreatif dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus memastikan bahwa setiap alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kuningan.
























