Ekonomi Bisnis Finansial Kuningan Pemerintahan

Gencar Perangi Pinjol dan Bank Emok, OJK bersama Pemkab Kuningan Perkuat Literasi Keuangan Syariah bagi UMKM

KUNINGAN – Dalam upaya memperkuat fundamental ekonomi kerakyatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menggelar Talkshow bertajuk “Cerdas Finansial UMKM Melesat”.

Kegiatan edukasi yang dihelat pada bulan Ramadan ini bertujuan untuk membekali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan literasi keuangan syariah guna mencegah jebakan utang ilegal dan rentenir.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyoroti fenomena kerentanan finansial keluarga di tengah ancaman krisis global yang berdampak pada lonjakan harga pangan. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya kaum ibu yang sering menjadi ‘menteri keuangan’ keluarga, agar tidak mudah tergiur gaya hidup konsumtif atau ketakutan tertinggal tren (Fear of Missing Out/FOMO) yang kerap berujung pada keputusan berutang.

Agus secara tegas memperingatkan bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal dan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti KTP, yang marak disalahgunakan untuk pengajuan kredit sepihak.

Senada dengan OJK, Ketua Umum DPD BKPRMI Kuningan, Heri Kosasih, menekankan krusialnya edukasi ini untuk menyelamatkan masyarakat dari jerat rentenir berkedok “Bank Emok”. Menurutnya, meski proses pencairan dana dari praktik pinjaman informal ini terkesan sangat mudah, bunga yang mencekik pada akhirnya akan memicu masalah sosial yang pelik.

Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan

Ia berharap para pelaku UMKM dapat lebih melek finansial dan memanfaatkan program pemberdayaan resmi dari pemerintah maupun perbankan.Keberadaan UMKM sendiri diakui sebagai tulang punggung perekonomian Kabupaten Kuningan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, U Kusmana, memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 42.000 UMKM aktif di daerahnya.

Ia memproyeksikan, jika satu UMKM mampu menyerap hingga lima tenaga kerja, maka sektor ini berpotensi besar menekan angka pengangguran di Kuningan yang saat ini masih berada di kisaran 7,59 persen.

Mantan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan ini juga merefleksikan pergeseran mindset yang harus dilakukan pelaku usaha. Dulu, banyak pelaku UMKM yang sekadar berproduksi tanpa perhitungan laba yang jelas, asalkan modal bisa kembali.

Melalui pengelolaan keuangan berbasis syariah yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan bagi hasil, U Kusmana berharap para pelaku usaha dapat menyejahterakan keluarga sekaligus membawa keberkahan.

Di sisi lain, Ketua GOW Kabupaten Kuningan, Hj. Rini Sujiyanti, menyoroti peran strategis perempuan dalam ekosistem UMKM. Menurutnya, perempuan adalah tiang keluarga yang apabila dibekali kemampuan wirausaha, akan menjelma menjadi benteng pertahanan ekonomi keluarga yang kokoh.

Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK

Terlebih lagi, sekitar 20 persen perempuan di Kabupaten Kuningan saat ini memegang peran ganda sebagai kepala keluarga.Rini yang juga berlatar belakang sebagai pengusaha ini mengajak kaum perempuan untuk membuang jauh rasa pesimistis dan berani memulai bisnis dari skala mikro dengan manajemen yang tertib.

Ia membuktikan bahwa di bawah naungan GOW, sekitar 40 persen anggotanya telah aktif menjadi pelaku usaha, bahkan beberapa organisasi afiliasinya sudah 100 persen beranggotakan wirausahawati. Hal ini membuktikan bahwa jika diberi kepercayaan, perempuan mampu mengelola usaha secara optimal. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement