
KUNINGAN – Peta demografi di Kabupaten Kuningan menunjukkan pergeseran menarik dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk periode 2020-2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan, pusat pertumbuhan penduduk kini tidak lagi terpusat secara eksklusif di wilayah ibu kota kabupaten.
Data terbaru mencatat, Kecamatan Luragung menempati peringkat pertama sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, mencapai angka 1,88 persen.
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
- Helikopter TNI AU dan KDM Turun di Majalengka, Water Bombing Karhutla Gunung Ciremai Segera Dilakukan Siang Ini
- Medan Ekstrem dan Titik Api Bandel: BPBD Kuningan Kerahkan Personel Jalan Kaki Jangkau Lokasi Karhutla Taman Nasional
- Berapa Luasan Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai? BTNGC Ungkap Begini
- Berjibaku Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Ini Strategi yang Dikerjakan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning
Angka ini menempatkan wilayah timur Kuningan tersebut sebagai magnet baru permukiman, mengungguli Kecamatan Kuningan (pusat kota) yang berada di posisi ketiga dengan laju 1,62 persen.
Fenomena menarik juga terjadi di Kecamatan Japara. Wilayah ini menyodok ke posisi kedua dengan pertumbuhan 1,77 persen, mengindikasikan adanya perkembangan signifikan di sektor perumahan maupun ekonomi di wilayah tersebut.
Tren ini menunjukkan adanya penyebaran konsentrasi penduduk. Luragung sebagai pusat ekonomi kedua di timur Kuningan terbukti menjadi daya tarik urbanisasi lokal maupun pertumbuhan alami yang tinggi.
Selain dominasi wilayah timur, kawasan utara yang berbatasan dengan Cirebon dan akses tol, seperti Cigandamekar, Mandirancan, Pancalang, dan Cilimus, juga konsisten berada dalam daftar 10 besar.
Hal ini disinyalir berkaitan erat dengan kemudahan aksesibilitas dan pertumbuhan sektor pariwisata serta industri.
Berikut adalah daftar lengkap 10 Kecamatan di Kabupaten Kuningan dengan laju pertumbuhan penduduk tercepat periode 2020-2025:
1. Luragung (1,88%)
2. Japara (1,77%)
3. Kuningan (1,62%)
4. Cigandamekar (1,53%)
5. Darma (1,47%)
6. Lebakwangi (1,45%)
7. Mandirancan (1,44%)
8. Pancalang (1,40%)
9. Ciawigebang (1,32%)
10. Cilimus (1,27%)
Tingginya angka pertumbuhan di wilayah-wilayah penyangga ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemerataan infrastruktur dan layanan publik, agar tidak terjadi ketimpangan antara pusat kota dan wilayah yang sedang berkembang pesat seperti Luragung dan sekitarnya. (Nars)
