KUNINGAN – Peta demografi di Kabupaten Kuningan menunjukkan pergeseran menarik dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk periode 2020-2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan, pusat pertumbuhan penduduk kini tidak lagi terpusat secara eksklusif di wilayah ibu kota kabupaten.
Data terbaru mencatat, Kecamatan Luragung menempati peringkat pertama sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, mencapai angka 1,88 persen.
- Hari Ini Jemaah Haji Kloter 8 dan 39 Kuningan Tiba di Kertajati. Ini Jadwal Lengkapnya
- Besok Jemaah Haji Kuningan Tiba, Kawasan KIC Disterilkan: PKL & Mobil Penjemput Dilarang Masuk
- Proton FC Kuningan Sapu Bersih Regular Series PFL 2, Lolos ke Final Four dengan Status Juara
- Hafalkan! 11 Pelanggaran Ini Jadi Target Tilang Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan
- Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar 14 Hari, Polisi Kuningan Gencar Tilang Knalpot Brong & Pengguna HP
Angka ini menempatkan wilayah timur Kuningan tersebut sebagai magnet baru permukiman, mengungguli Kecamatan Kuningan (pusat kota) yang berada di posisi ketiga dengan laju 1,62 persen.
Fenomena menarik juga terjadi di Kecamatan Japara. Wilayah ini menyodok ke posisi kedua dengan pertumbuhan 1,77 persen, mengindikasikan adanya perkembangan signifikan di sektor perumahan maupun ekonomi di wilayah tersebut.
Tren ini menunjukkan adanya penyebaran konsentrasi penduduk. Luragung sebagai pusat ekonomi kedua di timur Kuningan terbukti menjadi daya tarik urbanisasi lokal maupun pertumbuhan alami yang tinggi.
Selain dominasi wilayah timur, kawasan utara yang berbatasan dengan Cirebon dan akses tol, seperti Cigandamekar, Mandirancan, Pancalang, dan Cilimus, juga konsisten berada dalam daftar 10 besar.
Hal ini disinyalir berkaitan erat dengan kemudahan aksesibilitas dan pertumbuhan sektor pariwisata serta industri.
Berikut adalah daftar lengkap 10 Kecamatan di Kabupaten Kuningan dengan laju pertumbuhan penduduk tercepat periode 2020-2025:
1. Luragung (1,88%)
2. Japara (1,77%)
3. Kuningan (1,62%)
4. Cigandamekar (1,53%)
5. Darma (1,47%)
6. Lebakwangi (1,45%)
7. Mandirancan (1,44%)
8. Pancalang (1,40%)
9. Ciawigebang (1,32%)
10. Cilimus (1,27%)
Tingginya angka pertumbuhan di wilayah-wilayah penyangga ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemerataan infrastruktur dan layanan publik, agar tidak terjadi ketimpangan antara pusat kota dan wilayah yang sedang berkembang pesat seperti Luragung dan sekitarnya. (Nars)













