

KUNINGAN – Peta demografi di Kabupaten Kuningan menunjukkan pergeseran menarik dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk periode 2020-2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan, pusat pertumbuhan penduduk kini tidak lagi terpusat secara eksklusif di wilayah ibu kota kabupaten.
Data terbaru mencatat, Kecamatan Luragung menempati peringkat pertama sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, mencapai angka 1,88 persen.
- Bukan Vila Komersial, Ini Fakta Legalitas Bangunan Tina Wiryawati di Cigugur
- OJK Dorong Petambak Garam Cirebon “Naik Kelas”, Targetkan Tembus Pasar Industri Nasional
- Dari Gulma Jadi Berkah Wisata: Strategi Cerdas Desa Cikupa Sulap Eceng Gondok Waduk Darma
- Ketum APDESI Junaedhi Mulyono Tegaskan Organisasi Desa Harus Demokratis dan Perjuangkan Warga
- Dari Desa Termiskin Menjadi Desa Miliarder, Kades Ponggok Tularkan Ilmu Penguatan Bumdes ke Kabupaten Kuningan
Angka ini menempatkan wilayah timur Kuningan tersebut sebagai magnet baru permukiman, mengungguli Kecamatan Kuningan (pusat kota) yang berada di posisi ketiga dengan laju 1,62 persen.
Fenomena menarik juga terjadi di Kecamatan Japara. Wilayah ini menyodok ke posisi kedua dengan pertumbuhan 1,77 persen, mengindikasikan adanya perkembangan signifikan di sektor perumahan maupun ekonomi di wilayah tersebut.
Tren ini menunjukkan adanya penyebaran konsentrasi penduduk. Luragung sebagai pusat ekonomi kedua di timur Kuningan terbukti menjadi daya tarik urbanisasi lokal maupun pertumbuhan alami yang tinggi.
Selain dominasi wilayah timur, kawasan utara yang berbatasan dengan Cirebon dan akses tol, seperti Cigandamekar, Mandirancan, Pancalang, dan Cilimus, juga konsisten berada dalam daftar 10 besar.
Hal ini disinyalir berkaitan erat dengan kemudahan aksesibilitas dan pertumbuhan sektor pariwisata serta industri.
Berikut adalah daftar lengkap 10 Kecamatan di Kabupaten Kuningan dengan laju pertumbuhan penduduk tercepat periode 2020-2025:
1. Luragung (1,88%)
2. Japara (1,77%)
3. Kuningan (1,62%)
4. Cigandamekar (1,53%)
5. Darma (1,47%)
6. Lebakwangi (1,45%)
7. Mandirancan (1,44%)
8. Pancalang (1,40%)
9. Ciawigebang (1,32%)
10. Cilimus (1,27%)
Tingginya angka pertumbuhan di wilayah-wilayah penyangga ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemerataan infrastruktur dan layanan publik, agar tidak terjadi ketimpangan antara pusat kota dan wilayah yang sedang berkembang pesat seperti Luragung dan sekitarnya. (Nars)



