
KUNINGAN – Kekhawatiran akan hilangnya mata pencaharian sempat menyelimuti para pekerja galian batu di Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Pasalnya, lokasi tambang seluas 12 hektare di kaki Gunung Ciremai tempat mereka menggantungkan hidup resmi ditutup untuk reklamasi.
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
- Helikopter TNI AU dan KDM Turun di Majalengka, Water Bombing Karhutla Gunung Ciremai Segera Dilakukan Siang Ini
- Medan Ekstrem dan Titik Api Bandel: BPBD Kuningan Kerahkan Personel Jalan Kaki Jangkau Lokasi Karhutla Taman Nasional
- Berapa Luasan Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai? BTNGC Ungkap Begini
- Berjibaku Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Ini Strategi yang Dikerjakan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning
Namun, kecemasan tersebut berubah menjadi rasa lega setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi pada Ahad (18/1/2026).
Pria yang akrab disapa KDM ini memastikan bahwa penutupan tambang ilegal tidak akan mematikan asap dapur para pekerja.”Nasib para penambang batu yang ditutup akan diperhatikan penuh oleh Pemprov Jabar. Jangan sampai alam dijaga, tapi manusianya sengsara,” tegas KDM di lokasi.
Dalam kunjungannya, KDM berdialog langsung dengan Arman, salah satu pekerja yang telah belasan tahun menambang di sana. KDM menawarkan solusi konkret berupa alih profesi yang dijamin oleh negara.
Para pekerja galian tidak diberhentikan begitu saja, melainkan direkrut sebagai tenaga kerja untuk proyek penghijauan di lahan bekas tambang tersebut.”Mereka akan digaji selama 4 tahun untuk menanam dan memelihara pohon,” jelas KDM.
Skema “Dapur Tetap Ngebul” yang dibawa KDM dinilai sangat manusiawi. Selain mendapatkan gaji bulanan sebagai perawat pohon, setiap kepala keluarga pekerja tambang juga diberikan modal usaha berupa 4 ekor kambing.
Konsep ini dirancang agar siklus ekonomi warga tetap berjalan selaras dengan pelestarian alam. KDM menggambarkan rutinitas baru para pekerja: pagi hari mereka bekerja merawat pohon di lahan reklamasi, dan sore harinya mereka bisa mencari rumput (ngarit) untuk pakan ternak mereka.
”Jadi petani ini dapat upah tiap bulan buat belanja dapur, pulangnya bawa rumput buat investasi kambingnya. Kalau pohonnya tumbuh bagus dan tinggi, nanti saya kasih bonus lagi,” janji KDM. (Nars)
