KUNINGAN – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga) atau BKKBN perwakilan Kabupaten Kuningan terjun langsung ke lapangan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran.
Monitoring intensif dilakukan menyasar kelompok prioritas di Desa Babakanjati, Kecamatan Cigandamekar, pada Kamis (29/1/2026).
- Drama Adu Penalti di Final Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya Rengkuh Trofi Juara Usai Taklukkan Persib Bandung dengan Skor 6-5
- Pelatih Igor Tolic Masukkan Kiper Fitrah Maulana Gantikan Teja Paku Alam Jelang Adu Penalti Laga Final Piala Presiden 2026
- 90 Menit Tanpa Pemenang, Duel Sengit Persib vs Persebaya Berlanjut ke Babak Perpanjangan Waktu
- Sengit! Babak Pertama Final Piala Presiden 2026: Saling Berbalas Gol, Duel Panas Persib dan Persebaya Berakhir 1-1
- Kreativitas Cilik Sambut HUT ke-81 RI: Ketika Jalanan Kampung Wage Disulap Jadi Kanvas Warna-Warni
Pegawai Kemenduk Bangga/BKKBN Kabupaten Kuningan, Dedi Suhandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tugas khusus yang dimandatkan Presiden Prabowo Subianto.
Sesuai arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, BKKBN memiliki peran vital dalam menyediakan basis data dan pengawasan distribusi bagi kelompok “3B”.
“Kami di Kemenduk Bangga/BKKBN mendapat tugas spesifik dari Presiden untuk menyediakan data akurat sasaran B3, yakni Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD. Tujuannya agar distribusi gizi ini benar-benar sampai kepada yang berhak dan tidak salah sasaran,” ujar Dedi Suhandi di sela-sela monitoring.
Dedi, memaparkan pihaknya telah menunjuk Korlap di setiap kecamatan untuk berkoordinasi lintas sektor.
Langkah konkret dimulai sejak tahap persiapan, di mana pendataan dilakukan secara mendetail (by name by address) hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).
”Sejak awal persiapan, kami bergerak bersama kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang merupakan perpanjangan tangan BKKBN. Kami menyisir data di setiap desa untuk memastikan tidak ada kelompok rentan yang terlewat,” tegasnya.
Strategi ini selaras dengan kebijakan pusat yang mengerahkan sekitar 600.000 personel kader KB/TPK di seluruh Indonesia untuk melakukan distribusi dan pemantauan secara door-to-door atau langsung ke rumah penerima manfaat.
Dalam monitoring tersebut, respons positif datang dari para penerima manfaat. Menu makanan yang disajikan dinilai sudah memenuhi standar gizi yang baik dan bervariasi.
Warga berharap kualitas sajian ini dapat dipertahankan secara konsisten demi perbaikan gizi anak dan ibu di wilayah tersebut.”Program ini adalah amanah besar untuk mencetak generasi masa depan.
Sebagaimana disampaikan Menteri Wihaji, ini adalah satu-satunya program di dunia yang mengantar makanan bergizi langsung ke rumah ibu hamil dan menyusui. Kami di daerah siap mengawal agar pelaksanaannya sukses,” papar Dedi. (Nars)














