

KUNINGAN – Kelompok Pengabdian Masyarakat (KPM) UI Bunga Bangsa Cirebon berkolaborasi dengan Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Jami’ Al-Falah meluncurkan program Study Islam Intensif (SII) di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Inisiatif ini hadir sebagai ruang bimbingan belajar berbasis keislaman yang dirancang untuk memperkuat fondasi keagamaan sekaligus mendampingi akademik anak-anak desa setempat.
Program SII tidak hanya berfokus pada pendalaman materi agama seperti tahsin, tahfiz dasar, praktik ibadah, akhlak, dan kisah para nabi. Para mahasiswa bersama pemuda masjid juga membuka bimbingan mata pelajaran sekolah, mulai dari Matematika, Bahasa Indonesia, hingga Bahasa Inggris.
Seluruh materi dikemas lewat pendekatan interaktif yang melibatkan permainan edukatif, diskusi, dan kuis agar suasana belajar terasa menyenangkan.
Ketua Kelompok KPM, Asep Syaiful Syahbana, menjelaskan program ini disusun untuk meningkatkan literasi keislaman dan membangun karakter religius anak-anak sejak dini.
Lebih dari itu, pelibatan IRMAS Jami’ Al-Falah menjadi kunci strategis agar pembinaan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan meski masa pengabdian mahasiswa telah usai.
Sinergi tersebut mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa dan para tokoh agama setempat yang hadir langsung saat peluncuran. Kepala Desa Timbang, Ali, mengapresiasi langkah nyata para mahasiswa dan remaja masjid yang dinilainya membawa angin segar bagi iklim pendidikan di desanya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Timbang menegaskan pentingnya investasi pendidikan bagi masa depan desa. “Kamu berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda sementara, melainkan menjelma menjadi budaya belajar baru yang melekat di tengah masyarakat Desa Timbang, ” ungkap Kades Ali, Rabu (29/7/2026).
Respons positif juga datang dari para orang tua murid. Kehadiran anak-anak yang terus meningkat di setiap sesi menjadi bukti tingginya antusiasme warga terhadap alternatif kegiatan positif di luar jam sekolah ini.
Lewat program SII, sinergi antara perguruan tinggi, pemuda masjid, dan warga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. (Nars/rls)