KUNINGAN – Kabupaten Kuningan menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Barat yang terpilih menjalankan Program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam mengonsumsi makanan sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggandeng 25 desa sebagai mitra utama dalam penerapan program ini. Tim Penggerak PKK di tingkat desa akan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan yang beragam dan bergizi.
- Tekan Angka Pengangguran, Disnakertrans Kuningan Gelar Pelatihan Profesional Gratis Bagi 1.200 Peserta
- Kolaborasi Mahasiswa KPM UI Bunga Bangsa Cirebon dan IRMAS Jami’ Al-Falah Sentuh Pendidikan Anak Lewat SII
- Resmi Mengabdi di Selajambe, Mahasiswa KKN UM Kuningan Siap Berkolaborasi dan Gali Kearifan Lokal
- Soal Pemanggilan Anggota Dewan oleh Kejari, Ketua DPRD Kuningan: Kita Hormati Proses Hukum
- Hadapi Ancaman Karhutla Musim Kemarau, Pemadam Kebakaran Kuningan Hanya Miliki 2 Unit Mobil Pancar Layak Pakai
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan.
Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada optimalisasi sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di desa, masyarakat tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang lebih baik tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah.


Sebagai bentuk dukungan, Bank Kuningan turut berkontribusi dengan memfasilitasi aspek keuangan bagi kelompok desa yang terlibat dalam program ini. Kebijakan berupa pembebasan biaya administrasi serta kemudahan dalam pembukaan rekening kelompok diharapkan dapat mempercepat implementasi B2SA di lapangan. (Nars)













