Majalengka – Bencana tanah longsor menutup total akses Jalan Nasional Majalengka-Kuningan di Blok Cipadung, Desa Sindangpanji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Rabu (15/1/2025) malam. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah itu selama lebih dari lima jam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, menyebutkan longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. “Hujan lebat yang berlangsung cukup lama menyebabkan material tanah dari tebing longsor dan menutupi jalan utama penghubung Majalengka-Kuningan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2025).
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
- Soroti Anggaran Cetak BPKAD Rp 2,8 Miliar, Ketua LSM Frontal Sebut Kebijakan Bupati Kuningan Menghina Akal Sehat
Akibat longsor tersebut, akses kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Arus lalu lintas dari Majalengka menuju Kuningan dialihkan melalui jalur alternatif Cidulang-Cipulus yang berakhir di Gunung Sirah Darma.
Rachmat menyampaikan bahwa BPBD telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan pembersihan material longsoran. “Kami terus berupaya mempercepat proses normalisasi jalur dengan mengerahkan alat berat dan tenaga bantuan dari tim gabungan,” ujarnya.


Masyarakat yang hendak melintasi jalur tersebut diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. “Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan mematuhi pengalihan arus lalu lintas demi keselamatan bersama,” kata Rachmat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsoran masih berlangsung. BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk selalu siaga mengingat potensi bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Majalengka dan sekitarnya. (Nars)














