KUNINGAN – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuningan pada semester pertama tahun 2025 masih berada di bawah target. Hal ini disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kuningan pada Selasa (8/7/2025). Meskipun demikian, Bupati menyatakan optimismenya bahwa capaian realisasi akan meningkat signifikan di paruh kedua tahun ini.
Bupati Dian Rachmat Yanuar menjelaskan bahwa kondisi ekonomi daerah dan masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, baik di tingkat pusat, Provinsi Jawa Barat, maupun di Kuningan, menjadi salah satu faktor utama lambatnya realisasi APBD..
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
“Memang masih di bawah target ya capaian belanja, pendapatan ini masih di bawah target di semester pertama karena saya lihat memang situasi kondisi keuangan daerah ekonomi masyarakat di pusat, Jawa Barat maupun di daerah pun belum begitu stabil,” ujar Bupati.
Ia mencontohkan, realisasi belanja modal masih jauh di bawah target, bahkan diperkirakan baru mencapai di bawah 30 persen. Demikian pula dengan pendapatan daerah yang masih sangat terbatas, baik dari transfer pusat, provinsi, maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa pola ini lumrah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya setelah bulan Juli, Agustus dimulai separuh waktu sudah mulai ada akselerasi,” imbuhnya.
Dengan pengalaman tersebut, Bupati optimis bahwa target pendapatan dan belanja akan tercapai sesuai harapan di akhir tahun. “Tapi saya optimis ya, target pendapatan dan belanja ini akan sesuai dengan harapan, sesuai dengan target yang saya dapatkan sebelumnya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dian Rachmat Yanuar juga menanggapi perihal adanya perubahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) setelah adanya pandangan umum fraksi di DPRD.”Ya, ada beberapa yang mungkin kita sesuaikan,” jawab Bupati.
Ia menilai masukan dan saran dari fraksi-fraksi di DPRD Kuningan sangat konstruktif dan bagus. “Tadi saya lihat saran-saran masukan dari fraksi-fraksi, saya kira juga bagus, cukup bagus. Ada yang memang menjadi bahan perbaikan kita ke depan,” sebutnya. (Nars)










