KUNINGAN – Ribuan pelajar di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membanjiri masjid-masjid di lingkungan mereka pada Ahad (27/7/2025) pagi. Fenomena langka ini menjadi pemandangan indah yang jarang dijumpai, di mana tidak hanya para pelajar, tetapi juga orang tua mereka turut antusias mengikuti Gerakan Salat Subuh Berjamaah 10 Ribu Anak Muslim yang digagas oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan.
Masjid Sebagai Pusat Pembentukan Karakter
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Kegiatan akbar ini bukan sekadar ibadah rutin, melainkan upaya strategis untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembentukan karakter sejak usia dini. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program Masjid Ramah Anak (MRA), dan menandai penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada tahun sebelumnya.
Uniknya, cakupan kegiatan kini meluas hingga menjangkau masjid-masjid di tingkat desa, kelurahan, dan masjid jami.
Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Religius
Program ini terselenggara berkat kolaborasi terpadu antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kuningan dengan berbagai pihak. Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, forum camat dan kuwu, sekolah-sekolah, pondok pesantren, serta dukungan aktif dari para orang tua di Kabupaten Kuningan.
Sinergi lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.
Menghidupkan Energi Subuh untuk Kualitas Umat
Ketua PD DMI Kuningan, Ugin Lugina, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa misi utama untuk memakmurkan masjid dan menanamkan pembiasaan ibadah sejak dini. “Gerakan ini berangkat dari semangat untuk menghidupkan energi Subuh yang mampu membangun kualitas umat,” jelas Ugin.
Ia menambahkan, Rasulullah SAW bersabda bahwa salat Subuh berjamaah memiliki nilai setara dengan salat semalam penuh. Selain itu, ibadah ini diyakini mampu membentuk energi lahir dan batin yang mendukung akhlak mulia.
Fondasi Karakter Sejak Dini dan Harapan Keberlanjutan


Menurut Ugin, pembiasaan salat Subuh berjamaah sejak usia TK, SD, hingga SLTA dapat menjadi fondasi karakter generasi muda yang religius dan disiplin. Kegiatan ini tidak hanya diharapkan meningkatkan kesadaran beribadah di kalangan anak-anak, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat luas untuk menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan spiritual, sosial, dan pembentukan karakter.
”Kami harap, program ini mendapat doa dan dukungan dari semua pihak agar bisa terus berkelanjutan, bahkan meluas ke masjid dan mushala di seluruh wilayah Kuningan,” ungkap Ugin, penuh harap. (Nars)

























