KUNINGAN – Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, tetap menggaungkan pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya di sekitar sumber mata air dan kawasan Gunung Ciremai. Wanita yang terpilih kembali sebagai legislator untuk periode 2024–2029 ini dalam kegiatannya terlihat konsisten terus memperjuangkan isu-isu ekologis yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Salah satu fokus perhatiannya adalah terkait pelestarian lingkungan mata air. Menurut Sri, menjaga mata air adalah bagian penting dari menjaga keberlangsungan hidup. Ia menilai bahwa kerusakan di sekitar sumber air akan berdampak besar bagi generasi mendatang.
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
- Kalahkan Kota Bandung, Promosi Digital Disporapar Kuningan Sabet Predikat Terbaik se-Jabar di SWJ Award
- Bupati Mangkir Temui Massa, HMI Kuningan Ancam Kepung Pemda dalam Aksi Jilid Dua
- Survei Poltracking Tempatkan Elektabilitas PKB di Posisi Keempat Nasional, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
“Mata air itu jantung alam. Kalau kita biarkan rusak, nanti bukan air yang mengalir, tapi air mata anak-anak kita,” ujarnya dalam sebuah kegiatan lingkungan bersama warga.
Gunung Ciremai, sebagai kawasan hulu sekaligus simbol ekologis Kuningan, juga menjadi perhatian utama Sri. Ia aktif mengajak masyarakat untuk ikut menanam pohon, menjaga vegetasi, dan meminimalisir aktivitas yang merusak lingkungan di lereng gunung.
Tak hanya sekadar kampanye, Sri kerap turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi alam dan memberi contoh nyata lewat aksi tanam pohon bersama komunitas, pelajar, dan relawan lingkungan.“Gunung Ciremai adalah rumah bagi ribuan makhluk hidup, termasuk kita. Kalau tidak kita jaga sekarang, kita akan kehilangan lebih dari sekadar pemandangan indah,” tegasnya.
Sri pun mendorong agar pelestarian lingkungan tidak hanya jadi urusan segelintir orang. Ia ingin menjadikan kesadaran ekologis sebagai gerakan kolektif yang melibatkan semua pihak.
“Menjaga alam bukan tugas aktivis saja, ini urusan kita semua. Kalau kita kerja bareng, saya yakin Kuningan bisa jadi daerah yang hijau dan lestari,” kata Sri menutup pernyataannya. (NARS)
























