Beranda / Pemerintahan / ‎Tinjau Jembatan Kritis di Ciniru, Toto Tohari: “Jangan Tunggu Putus, Perbaikan Harus Segera!”

‎Tinjau Jembatan Kritis di Ciniru, Toto Tohari: “Jangan Tunggu Putus, Perbaikan Harus Segera!”

‎‎KUNINGAN – Kondisi Jembatan Sungai Cipedak yang nyaris ambruk dan membahayakan warga di Kecamatan Ciniru mendapat atensi serius dari parlemen daerah. Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Toto Tohari, pada Senin (24/11/2015), turun langsung meninjau lokasi kerusakan yang menghubungkan Desa Cijemit, Gunungmanik, dan Pinara tersebut.‎‎

Sebagai legislator yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1—yang meliputi wilayah Kecamatan Ciniru, Kecamatan Hantara, Kecamatan Garawangi, Kecamatan Sindangagung, Kecamatan Kuningan dan Kecamatan Cigugur —Toto menyoroti urgensi penanganan infrastruktur ini. ‎‎

Menurutnya, kerusakan akibat tergerusnya penyangga jembatan sedalam lebih dari 30 sentimeter bukan lagi masalah sepele, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik.‎‎

Di lokasi, Toto meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui dinas teknis terkait untuk tidak kaku dalam birokrasi penganggaran ketika menghadapi bencana alam.

‎‎”Saya melihat kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Saya meminta pemerintah daerah segera melakukan tindakan teknis. Jangan sampai menunggu jembatan ini ambruk total baru kita sibuk rapat. Ini menyangkut akses hidup orang banyak di tiga desa,” tegas pria yang juga menjabat sebagai PLT Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan ini.‎‎

Ia menekankan agar perbaikan dilakukan sesegera mungkin agar jembatan kembali aman dilintasi.‎‎”Kalau akses ini putus, ekonomi warga mati, anak sekolah terhambat. Saya akan kawal ini di DPRD agar ada alokasi penanganan prioritas atau Belanja Tak Terduga (BTT) untuk perbaikannya,” tambahnya.‎‎

Sebagaimana diketahui, hujan deras pada Senin (10/11/2025) malam menyebabkan debit air Sungai Cipedak meningkat drastis dan menggerus pondasi jembatan.

Saat asesmen, BPBD Kuningan telah menutup akses jembatan bagi kendaraan roda dua maupun empat menggunakan rambu darurat dari bambu.‎‎

Toto mengapresiasi langkah cepat desa dan BPBD dalam menutup akses demi keamanan, namun ia menegaskan bahwa penutupan hanyalah solusi sementara.‎‎”Penutupan ini untuk safety, bagus. Tapi solusi permanennya adalah perbaikan struktur segera. Warga butuh kepastian kapan mereka bisa lewat dengan aman lagi,” tandasnya. (Nars)‎

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *