

KUNINGAN – Upaya pencarian bocah yang hanyut terbawa arus gorong-gorong akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, TNI/Polri, serta warga setempat berhasil menemukan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa korban ditemukan di area persawahan Desa Padarek, sekitar 5 hingga 6 kilometer dari titik awal kejadian. Jasad korban ditemukan oleh staf BPBD, Rian, dibantu warga yang sedang berada di sawah.
- Anggaran Agenda Hari Jadi Kuningan non- APBD, “Tapi Boong” ?
- Digandrungi Emak-emak Kadugede Kuningan, Tina Wiryawati Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga
- Kunjungi Blok Bangong, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Janji Terjunkan Alat Berat Normalisasi Sungai
- Ratusan Kader PDIP Kuningan Siap Geruduk Surabaya Kawal Final Soekarno Cup
- Mayoritas BUMD Jabar Sakit dan Merugi, Tina Wiryawati Sebut Bakal Ada Perampingan Lewat Holding Sangga Buana
”Alhamdulillah korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Titik penemuan cukup jauh, sekitar 5 sampai 6 kilometer dari lokasi awal. Ini menunjukkan arus air sangat deras, karena dalam waktu sekitar satu jam korban terbawa sejauh itu,” ujar Indra Bayu saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, seperti di bagian kepala, mulut, dan punggung. Indra menduga luka-luka tersebut akibat benturan saat korban terseret arus deras di dalam saluran air yang sempit dan licin.
Menurut informasi yang dihimpun BPBD, peristiwa nahas ini bermula saat korban sedang bermain bola bersama teman-temannya di tengah cuaca hujan. Bola yang dimainkan masuk ke dalam selokan atau got. Korban berusaha mengejar bola tersebut, namun nahas, ia justru terpeleset dan terseret masuk ke dalam gorong-gorong yang memiliki aliran air sangat deras.
”Informasi awal, korban sedang main bola, bolanya masuk ke got, dikejar, arusnya deras, dan masuk ke gorong-gorong yang cukup besar ukurannya, bahkan orang dewasa pun bisa masuk,” papar Indra.
Menyikapi kejadian ini, Indra Bayu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap berubah drastis. Ia mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, terutama saat hujan turun.
”Cuaca sekarang ekstrem, siang panas tiba-tiba hujan deras. Ini membuat debit air di saluran cepat naik. Kami imbau orang tua untuk melarang anak-anaknya bermain di luar saat hujan, apalagi di dekat aliran air yang deras. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati,” kata IBE, sapaannya. (Nars)



