KUNINGAN – Pemerhati kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Kuningan, Soejarwo, menilai pelantikan Uu Kusmana sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif telah mengakhiri polemik panjang.
Namun, ia mengingatkan bahwa ‘panglima ASN’ baru tersebut kini mengemban tugas berat di tengah kondisi fiskal daerah yang kurang menggembirakan.
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
Saat berbincang dengan awak media di Halaman Gedung DPRD Kuningan, Kamis (6/11/2025), Soejarwo menyebut kepercayaan yang diberikan Bupati Dian Rachmat Yanuar kepada Uu Kusmana pasti sudah melalui pertimbangan matang.
“Tugas yang diemban oleh Pak Uu Kusmana sebagai Sekda dalam era saat ini, tentunya bukan tugas yang ringan,” ujar Soejarwo.
Soejarwo menyoroti kondisi keuangan Pemkab Kuningan yang disebutnya “kurang menggembirakan”. Dalam posisi ini, Uu Kusmana yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menghadapi tantangan besar. ”Posisi Sekda sebagai Ketua TAPD dituntut untuk lebih kreatif mencari peluang guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” sebutnya.
Menurut pria yang akrab disapa Mang Ewo ini, publik menaruh harapan besar pada sosok Uu Kusmana. Ia dikenal sebagai birokrat yang meniti karier dari bawah dengan segudang inovasi dan prestasi.
”Sangat logis jika masyarakat menaruh harapan cukup besar. Apalagi beliau (Uu Kusmana) dikenal merintis karier di ASN sebagai penjaga sekolah. Dengan ketekunan dan inovasinya, beliau berhasil menempati posisi strategis,” jelas Mang Ewo.
Masyarakat, lanjutnya, berharap Uu Kusmana dapat membantu duet kepemimpinan Dian-Tuti untuk mewujudkan visi-misi Kuningan Melesat.
Soejarwo juga melihat satu keuntungan strategis dari pelantikan ini, yakni soal soliditas birokrasi. Ia mencatat masa bakti Uu Kusmana yang masih cukup panjang hingga tahun 2030, bertepatan dengan akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati.
“Dengan masa bakti yang masih cukup panjang, tentunya juga diharapkan akan bisa mewujudkan soliditas birokrat seperti harapan masyarakat selama ini,” kata pemerhati kebijakan berkacamata ini. (Nars)










