KUNINGAN – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Penugasan Guru Besar berkolaborasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah X Jawa Barat menggelar pelatihan bertajuk “Desain Asesmen Pembelajaran Berbasis Deep Learning” untuk guru jenjang SD hingga SMA di Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini berlangsung secara luring pada 26–27 Juni 2025 di Aula SMKN 6 Kuningan, yang berlokasi di Desa Jl Desa Sindangkempeng Kecamatan Pancalang. Pelatihan ini diikuti oleh 35 guru dari berbagai sekolah negeri dan swasta yang tersebar di wilayah kerja Cadisdik Wilayah X Jabar.
- Waspada Sindikat TPPO Berkedok Kerja di Luar Negeri, Disnaker Kuningan Upayakan Kepulangan Warga Cipari
- Tragedi Tabrak Lari di Sindangagung Kuningan, Sang Adik Tewas Terlindas Truk
- BGN Cabut Sanksi Pembekuan 8 Dapur MBG Kuningan, Sekda Sentil Puluhan SPPG Belum Kantongi PBG
- Kuningan Jadi Daerah Pertama Adopsi Aplikasi Pemantau Makan Bergizi Gratis
- Tak Terima Penyelidikan Kasus PJU Kuningan Caang Dihentikan, Massa Ancam Lapor Kejagung Hingga Bongkar Dugaan Mark-Up!
Peserta berasal dari SMAN 1 Mandirancan, SMA Mamba’ul Ulum, SMKN 6 Kuningan, SMPN 1 dan 2 Pancalang, MTs Husnul Khotimah, MTs Sumbakeling, MTs Mamba’ul Ulum, serta sejumlah SD dari gugus Pancalang.Ketua tim pengabdi, Prof. Dr. Muhammad Nursa’ban, S.Pd., M.Pd. dari FISIP UNY memimpin kegiatan ini bersama sejumlah narasumber dari berbagai fakultas, yakni Prof. Dr. Mukminan (pakar kurikulum, FISIP), Dr. Tafakur, S.Pd., M.Pd. (FT), dan Dr. Muhammad Irvan Eva Salafi, S.Pd., M.Or. (FIKK).
Acara dibuka oleh Abdul Fatah, Kabid Analisis Kebijakan Cadisdik Wilayah X, mewakili Kepala Dinas. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi UNY atas inisiasi dan komitmennya dalam mendorong peningkatan kompetensi guru di daerah.
“Kolaborasi seperti ini sangat strategis untuk mendorong kualitas pendidikan di Jawa Barat. Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan menjangkau lebih banyak guru,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement antara UNY dan Cadisdik Wilayah X Jawa Barat.Kepala SMKN 6 Kuningan, Hj. Rosnanti, S.Pd., M.M., turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini di sekolah yang ia pimpin.
“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis seperti ini. Kehadiran para guru besar dan akademisi dari UNY tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Prof. Dr. Mukminan membuka pelatihan dengan memaparkan evolusi kurikulum pendidikan dasar dan menengah sejak 1968 hingga era Kurikulum Merdeka. Ia menekankan perlunya perencanaan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan kompetensi masa depan.


“Pendidikan harus berorientasi pada kurmapan, kurikulum masa depan, agar mampu menjawab tantangan global,” kata Prof. Mukminan.
Sesi dilanjutkan oleh Dr. Tafakur yang menyoroti pentingnya pola pikir berkembang atau growth mindset bagi guru dalam menyikapi tantangan implementasi pembelajaran berbasis deep learning. Ia mendorong guru agar lebih adaptif dan terbuka terhadap perubahan.
Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Nursa’ban menjelaskan pentingnya asesmen yang tidak hanya bersifat penilaian hasil (assessment of learning), tetapi juga proses belajar itu sendiri (assessment as learning dan assessment for learning).
Ia memperkenalkan pendekatan yang menggabungkan prinsip Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning sebagai pondasi untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih dalam dan menyenangkan bagi siswa.
“Kami percaya transformasi pendidikan dimulai dari penguatan kapasitas guru. Asesmen bukan sekadar alat ukur, tapi bagian tak terpisahkan dari proses belajar. Guru harus menjadi agen perubahan menuju pembelajaran yang bermakna,” tegas Prof. Nursa’ban saat menutup sesi pelatihan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan praktik langsung, yang disambut antusias oleh peserta. Sejumlah guru mengaku pelatihan ini memberikan wawasan baru yang aplikatif dan sesuai dengan tantangan pendidikan masa kini.
Pihak Cadisdik Wilayah X pun mengapresiasi pelatihan ini dan menyebutnya sebagai “anugerah luar biasa”. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut sebagai bagian dari program berkelanjutan peningkatan kapasitas pendidik di wilayah Jawa Barat. (Nars)
























