KUNINGAN – Sebuah “suasana berbeda” kini dirasakan oleh anak-anak sekolah penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) di wilayah Lengkong, Kecamatan Garawangi. Tak sekadar membagikan makanan, Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) setempat menghadirkan inovasi pelayanan yang membuat anak-anak riang gembira, seolah dilayani oleh “superhero Power Ranger”.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Kepala SPPG Lengkong, Bambang Hari Murti, mengungkapkan bahwa pihaknya memang sengaja menciptakan pendekatan yang berbeda.
Menurutnya, program ini tidak boleh kaku dan hanya berfokus pada pemenuhan gizi semata. Bagi Bambang, memberikan pelayanan ekstra, terutama kepada anak-anak sekolah, adalah sebuah keharusan.
”Selain fokus dalam memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat yang di-cover SPPG Lengkong, saya ingin menyuguhkan suasana berbeda dengan yang lain,” ujar Bambang Hari Murti, Rabu (5/11/2025).
Bambang menyebut, inovasi pelayanan ini adalah bentuk komitmen total pihaknya dalam menjalankan amanat program. Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta pelaksana program memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, layani penerima manfaat dengan sebaik-baiknya. Segala cara harus dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” tegas Bambang.
Dengan pelayanan yang humanis dan pengawasan ketat, Bambang berharap program MBG di wilayahnya dapat berjalan sukses dan menjadi contoh.
”Harapan ke depan, semoga di Kabupaten Kuningan tidak ada lagi kejadian hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi ke penerima manfaat,” pungkasnya. (Nars)

























